Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tak Senang Mojtaba Jadi Pemimpin Baru Iran, Trump: Buang-buang Waktu!
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)
  • Donald Trump menanggapi dingin terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran, menyebut proses tersebut buang-buang waktu dan tidak dapat diterima olehnya.
  • Mojtaba Khamenei, putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei, resmi ditetapkan oleh Majelis Ahli Iran sekitar sepekan setelah kematian sang ayah.
  • Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat seharusnya dilibatkan dalam penunjukan pemimpin baru Iran dan menginginkan sosok yang membawa harmoni serta perdamaian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan respons singkat terkait terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran. Saat ditanya mengenai hal tersebut, Trump tidak memberikan komentar panjang dan hanya mengatakan, “Kita akan lihat nanti,” seperti dikutip Al Jazeera pada Senin (9/3/2026).

Sejumlah laporan media menyebut Trump sebenarnya tidak puas dengan hasil pemilihan tersebut. Trump disebut ‘tidak senang’ dengan keputusan Majelis Ahli Iran yang menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru negara tersebut.

Beberapa laporan juga menyebutkan, Trump menilai pemilihan Mojtaba sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima. Sikap tersebut sejalan dengan pernyataan Trump sebelumnya yang menegaskan siapa pun yang menjadi pemimpin baru Iran seharusnya mendapatkan persetujuan dari Amerika Serikat.

Trump bahkan secara terbuka menyatakan penolakannya terhadap kemungkinan Mojtaba Khamenei menggantikan ayahnya sebagai pemimpin tertinggi Iran. Mojtaba merupakan putra dari mendiang Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.

“Mereka membuang-buang waktu. Putra Khamenei tidak berpengaruh. Saya harus terlibat dalam penunjukan ini, seperti halnya dengan Delcy (Rodriguez) di Venezuela,” kata Trump dalam pernyataan sebelumnya.

Ia juga menegaskan, dirinya tidak menerima Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran. “Putra Khamenei tidak dapat diterima oleh saya. Kami menginginkan seseorang yang akan membawa harmoni dan perdamaian ke Iran,” ujar Trump.

Mojtaba Khamenei secara resmi ditetapkan sebagai pemimpin tertinggi Iran oleh Majelis Ahli, badan ulama yang memiliki kewenangan memilih pemimpin negara tersebut. Pengumuman itu disampaikan dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Senin dini hari waktu setempat, sekitar sepekan setelah kematian Ali Khamenei.

Mojtaba Khamenei lahir pada 8 September 1969 di kota suci Mashhad di Iran timur. Ia merupakan salah satu dari enam anak Ayatollah Ali Khamenei dan selama ini dikenal sebagai sosok yang sangat tertutup, bahkan dalam acara resmi maupun di hadapan media.

Pria berusia 56 tahun itu disebut sebagai ulama tingkat menengah, namun telah lama dipandang sebagai salah satu kandidat terkuat untuk menggantikan ayahnya memimpin Republik Islam Iran.

Editorial Team