Bendera Negara Ukraina. (pexels.com/Andrii Smuryhin)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengapresiasi sikap pemerintah dan masyarakat Inggris atas operasi tersebut. Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiga juga menyatakan armada bayangan merupakan instrumen perang Rusia dan setiap kapal yang dihentikan akan memangkas kemampuan pendanaan Moskow, termasuk mengurangi serangan drone ke kota-kota Ukraina.
“Itu adalah kesombongan Rusia, didorong oleh pendapatan minyak dan gas yang tinggi, yang membuka jalan bagi perang ini, dan setiap keputusan oleh mitra yang merampas uang Rusia juga membatasi perang itu sendiri,” kata Zelenskyy, dikutip Al Jazeera.
Inggris telah menjatuhkan sanksi terhadap lebih dari 500 kapal yang berkaitan dengan armada bayangan Rusia. Kebijakan tersebut ikut menyebabkan pendapatan minyak dan gas Rusia turun 24 persen pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, meski sektor tersebut masih menjadi penopang utama pembiayaan perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.
Penahanan kapal tanker Rusia sebelumnya juga pernah dilakukan negara Eropa lainnya. Pada Januari 2026, Prancis menyita kapal Grinch dan pada Maret 2026 menahan kapal Deyna berbendera Mozambik di Marseille, sedangkan bagi Inggris operasi terhadap Smyrtos menjadi aksi mandiri pertama setelah undang-undang baru yang disahkan pada Maret 2026 memberi kewenangan penindakan langsung di perairannya.