Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tanker Armada Bayangan Dicegat, Sumber Pendanaan Rusia Terancam
ilustrasi kapal pengangkut minyak (unsplash.com/Fredick F.)
  • Militer Inggris memimpin operasi enam jam menyita kapal tanker Smyrtos di Selat Inggris, diduga bagian dari armada bayangan Rusia yang menyalurkan minyak kena sanksi internasional.
  • Pemerintah Inggris memuji keberhasilan operasi ini sebagai pesan tegas bagi Rusia, dengan PM Keir Starmer dan Menhan Dan Jarvis menyoroti pentingnya aksi langsung melawan pendanaan perang Moskow.
  • Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengapresiasi langkah Inggris, menilai penyitaan kapal tersebut memperlemah sumber dana Rusia dan membantu mengurangi serangan terhadap kota-kota Ukraina.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Militer Inggris untuk pertama kalinya memimpin langsung operasi penyitaan kapal tanker minyak yang diduga terkait “armada bayangan” Rusia di Selat Inggris pada Minggu (14/6/2026). Langkah tersebut disebut menjadi pukulan baru terhadap sumber pendanaan perang Moskow.

Kementerian Pertahanan Inggris (MoD) menyatakan operasi selama enam jam itu melibatkan Komando Marinir Kerajaan bersama Badan Kejahatan Nasional (NCA). Dalam pengamanan kapal Smyrtos, Inggris mengerahkan helikopter Chinook, pesawat pengintai, kapal fregat, hingga kapal pemburu ranjau.

1. Inggris menjelaskan fungsi armada bayangan Rusia

ilustrasi kapal perang (pexels.com/Karina Badura)

Armada bayangan merupakan jaringan kapal tanker yang dipakai Rusia untuk mengirim bahan bakar yang telah dikenai sanksi internasional. Penjualan tersebut menyasar pembeli yang mengabaikan pembatasan global dan hasilnya digunakan untuk membiayai invasi di Ukraina.

Media Jerman Deutsche Welle (DW) melaporkan pencegatan dilakukan melalui koordinasi dengan Prancis, termasuk penerjunan personel komando menggunakan helikopter. Data pelacakan dari MarineTraffic menunjukkan kapal berbendera Kamerun itu berangkat dari pelabuhan Ust-Luga di Baltik Rusia pada 5 Juni 2026 menuju Port Said, Mesir.

Setelah diamankan, kapal dipindahkan ke area jangkar di lepas pantai selatan Inggris. Langkah tersebut dilakukan untuk memantau aspek keselamatan dan lingkungan.

2. Pemimpin Inggris merespons hasil operasi

Perdana Menteri Keir Starmer (©UK Parliament/Jessica Taylor, CC BY 3.0, via Wikimedia Commons)

Keberhasilan operasi tersebut mendapat sambutan dari jajaran pemerintah Inggris yang memandangnya sebagai pesan serius bagi Rusia. Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer menyampaikan tanggapannya melalui akun X miliknya.

“Operasi yang sukses ini memberikan pukulan lain kepada Rusia dan mengingatkan mereka yang memicu perang Putin di Ukraina bahwa kami tidak akan membiarkan mereka bersembunyi,” tulis Starmer, dikutip BBC.

Menteri Pertahanan Inggris Dan Jarvis juga memuji personel yang terlibat dalam misi tersebut. Menurut Jarvis, operasi berisiko tinggi semacam itu membutuhkan keahlian, profesionalisme, dan keberanian, sementara intervensi langsung dinilai penting karena Rusia sangat bergantung pada armada bayangan untuk membiayai konflik di Ukraina.

3. Ukraina menilai sanksi menggerus pendanaan Rusia

Bendera Negara Ukraina. (pexels.com/Andrii Smuryhin)

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengapresiasi sikap pemerintah dan masyarakat Inggris atas operasi tersebut. Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiga juga menyatakan armada bayangan merupakan instrumen perang Rusia dan setiap kapal yang dihentikan akan memangkas kemampuan pendanaan Moskow, termasuk mengurangi serangan drone ke kota-kota Ukraina.

“Itu adalah kesombongan Rusia, didorong oleh pendapatan minyak dan gas yang tinggi, yang membuka jalan bagi perang ini, dan setiap keputusan oleh mitra yang merampas uang Rusia juga membatasi perang itu sendiri,” kata Zelenskyy, dikutip Al Jazeera.

Inggris telah menjatuhkan sanksi terhadap lebih dari 500 kapal yang berkaitan dengan armada bayangan Rusia. Kebijakan tersebut ikut menyebabkan pendapatan minyak dan gas Rusia turun 24 persen pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, meski sektor tersebut masih menjadi penopang utama pembiayaan perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.

Penahanan kapal tanker Rusia sebelumnya juga pernah dilakukan negara Eropa lainnya. Pada Januari 2026, Prancis menyita kapal Grinch dan pada Maret 2026 menahan kapal Deyna berbendera Mozambik di Marseille, sedangkan bagi Inggris operasi terhadap Smyrtos menjadi aksi mandiri pertama setelah undang-undang baru yang disahkan pada Maret 2026 memberi kewenangan penindakan langsung di perairannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article