Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, melakukan komunikasi via telepon dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres. Ia membahas mengenai gugurnya pasukan penjaga perdamaian UNIFIL Indonesia di Lebanon.
“Berbicara dengan Sekretaris Jenderal PBB @antonioguterres (30/3) setelah pembunuhan pasukan penjaga perdamaian UNIFIL Indonesia,” kata Sugiono dalam pernyataannya di akun X @Kemlu_RI, Selasa (30/3/2026).
Indonesia, kata Sugiono, mengutuk serangan keji ini. “Keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB tidak dapat ditawar dan harus dijunjung tinggi setiap saat,” lanjurnya dalam pernyataan itu.
Ia menambahkan, Indonesia menghargai belasungkawa Sekretaris Jenderal dan kesediaan PBB untuk bekerja sama erat dengan Indonesia.
“Dalam konteks ini, kami menyerukan pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB, dan penyelidikan yang cepat, menyeluruh, dan transparan,” ujarnya.
