Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Paus Fransiskus. (ANTARA FOTO/REUTERS/Remo Casilli)
Paus Fransiskus. (ANTARA FOTO/REUTERS/Remo Casilli)

Intinya sih...

  • Ambisi politik Bannon melawan Paus Fransiskus.

  • Peran Epstein dalam strategi propaganda terhadap Vatikan.

  • Soal buku yang ingin dijadikan film dan upaya menjatuhkan Paus.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pesan-pesan pribadi antara mantan penasihat strategis Gedung Putih, Stephen Kevin Bannon alias Steve Bannon dan Jeffrey Epstein mengungkap rencana politik yang mengejutkan. Keduanya ternyata pernah membahas strategi untuk menjatuhkan pemimpin tertinggii agama Katolik, mendiang Paus Fransiskus.

Hal itu tampak dalam dokumen yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat. Dokumen yang dikenal dengan nama Epstein Files tersebut menunjukkan Bannon ingin menjatuhkan Sang Paus kala itu. 

1. Ambisi politik Bannon melawan Paus Fransiskus

Paus Fransiskus. (ANTARA FOTO/Vatican Media/Handout melalui REUTERS)

Bannon melihat Paus Fransiskus sebagai penghalang bagi gerakan populisme nasionalis yang dia dorong. Bannon bahkan memasukkan sang Paus dalam daftar musuhnya bersama tokoh global lain seperti The Clinton, Xi Jinping, Paus Fransiskus, dan Uni Eropa.

Bannon sangat kritis terhadap Fransiskus, yang ia pandang sebagai penentang visi ‘sovereigntist’-nya—sebuah bentuk populisme nasionalis yang menyebar di Eropa pada 2018 dan 2019. Pandangan sang Paus tentang migrasi dan anti-nasionalisme bertabrakan dengan ideologi Bannon.

“Kita akan menjatuhkan (Paus) Fransiskus,” tulis Bannon dalam laporan mengutip CNN.

2. Peran Epstein dalam strategi 

cuplikan serial dokumenter Jeffrey Eipstein: Filthy Rich (dok. Netflix)

Epstein menjadi tempat Bannon berkonsultasi mengenai upaya propaganda terhadap Vatikan. Keterlibatan Epstein makin menambah sorotan karena dia sudah dikenal sebagai tokoh bermasalah dalam kasus kejahatan seksual. Namun Bannon tetap menjalin komunikasi aktif dengannya 

Melansir CNN, Bannon beberapa kali mengirim pesan kepada Epstein dalam upayanya untuk melemahkan mendiang Pope Francis. Dalam pesan-pesannya dengan Epstein, Bannon merujuk pada buku tahun 2019 berjudul In the Closet of the Vatican (ITCOTV), karya jurnalis Prancis Frederic Martel, yang membongkar kerahasiaan dan kemunafikan di tingkat tinggi Gereja. 

Berkas Epstein menunjukkan bahwa pada 1 April 2019, Epstein mengirim email kepada dirinya sendiri dengan subjek “in the closet of the vatican,” lalu mengirim artikel kepada Bannon berjudul “Paus Fransiskus atau Steve Bannon? Umat katolik harus memilih,”yang dibalas Bannon dengan “pilihan yang mudah.”

3. Soal buku yang ingin dijadikan film

Paus Fransiskus. (ANTARA FOTO/Alberto Pizzoli/Pool via REUTERS)

Berkas tersebut juga mengungkapkan rencana Bannon untuk melobatkan Epstein sebagai produser eksekutif untuk sebuah dokumenter rahasia. Bannon tertarik mengadaptasi buku karya Martel menjadi film. 

“Kamu sekarang adalah eksekutif prodser untuk ‘ITCOTV’,” tulis Bannon kepada Epstein.Bannon bahkan menulis kepada Epstein. Bannin ingin mengunakan buku dan cerita tersebut untuk menyerang Paus Fransiskus.

Namun keinginan Bannon membuat film dari buku Martel membuatnya kehilangan sekutu di Vatikan. Kardinal Raymond Burke, kritikus konservatif Fransiskus, menyatakan dia tidak setuju buku itu dijadikan film.

4. Upaya menjatuhkan Paus

Paus Fransiskus. (ANTARA FOTO/REUTERS/Remo Casilli)

Di bagian lain dokumen, Epstein bercanda soal mengundang Paus Fransiskus ke kediamannya untuk ‘pijat’ saat kunjungan Paus ke Amerika Serikat pada 2015. Kemudian diketahui, tiga tahun setelahnya, Epstein mengirim pesan kepada Bannon bahwa diia mencoba ‘mengatur perjalanan paus ke Timur Tengah.’

CNN menyebutkan, ketika Bannon membagikan artikel tentang Vatikan yang mengecam ‘nasionalisme populis,’ Epstein mengutip puisi Alkitab karya John Milton, Paradise Lost. “Lebih baik berkuasa di neraka, daripada mengabdi di Surga” bunyi pesan Epstein kepada Bannon.

Dalam laporannya, CNN telah menghubungi perwakilan Bannon untuk berkomentar. Trump secara konsisten membantah melakukan pelanggaran terkait Epstein maupun tuduhan pelecehan seksual lainnya

Editorial Team