Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tolak Ultimatum, Presiden Kuba Desak AS Ikuti Permintaan Negaranya
Presiden Kuba, Miguel Diaz Canel. (Duma.gov.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
  • Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menegaskan negosiasi dengan AS hanya akan berlanjut jika Washington menghormati kedaulatan, sistem politik, dan kemerdekaan negaranya.
  • AS memberikan ultimatum dua pekan kepada Kuba untuk membebaskan tahanan politik penting, termasuk seniman Luis Manuel Otero Alcantara dan Maykel Osorno.
  • Delegasi AS telah tiba di Havana guna melanjutkan dialog diplomatik, bertemu dengan pejabat tinggi Kuba termasuk cucu Raul Castro untuk membahas perubahan ekonomi dan politik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel memperingatkan bahwa negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) tidak akan berlanjut. Kecuali Washington bersedia menyetujui kondisi yang diminta oleh Havana

“Jika AS tidak menerima negosiasi yang diminta Kuba, maka tidak ada negosiasi. Dialog seharusnya saling menghormati dan menghargai sistem politik, kedaulatan, dan kemerdekaan kuba,” ungkapnya, dikutip dari The Latin Times, Jumat (24/4/2026).

Beberapa bulan terakhir, Kuba sudah dilanda krisis energi imbas blokade AS. Havana juga mengaku bersedia berdialog dengan Washington untuk meredam ketegangan. 

1. Sebut urusan dalam negeri Kuba tidak dapat ditawar

ilustrasi bendera Kuba (Pexels/El gringo photo)

Diaz-Canel mengungkapkan bahwa urusan dalam negeri Kuba tidak masuk dalam negosiasi. Ia mengakui bahwa terdapat krisis besar di Kuba yang menyebabkan pemadaman listrik massal dan gangguan lainnya. 

“Masalah internal kami tentu tidak masuk dalam negosiasi. Segala dialog harus dilakukan dengan setara dan saling berbalas. Kami mengakui sudah berbicara dengan pejabat AS sejak Maret dan sebagian besar proses tidak diungkapkan,” terangnya. 

Presiden Kuba itu menambahkan bahwa negaranya selalu bersedia untuk berdialog dalam menyelesaikan masalah. Namun, tidak dengan syarat perubahan sistem pemerintahan di Kuba. 

2. AS desak Kuba bebaskan tahanan politik penting

Bendera Kuba (pexels.com/Matthias Oben)

Pernyataan Diaz-Canel ini setelah AS mendesak Kuba membebaskan sejumlah tahanan politik penting dalam waktu 2 pekan. Beberapa di antaranya adalah seniman Luis Manuel Otero Alcantara dan Maykel Osorno yang sudah ditahan selama 5 tahun. 

Dilansir El Pais, Kementerian Luar Negeri AS menyebut bahwa Presiden AS, Donald Trump tetap berkomitmen pada pembebasan semua tahanan politik. Presiden dari Partai Republikan tersebut pun mendorong perubahan generasi untuk Kuba yang baru. 

3. Delegasi AS tiba di Havana untuk berdialog

ilustrasi Havana (pexels.com/Дмитрий Трепольский)

Pekan lalu, delegasi AS sudah hadir di Havana untuk melanjutkan negosiasi dengan pemerintah Kuba dalam mengurangi ketegangan. Pertemuan ini menjadi dorongan diplomatik baru antara AS kepada Kuba. 

Dilansir ABC News, pejabat AS dikabarkan juga sudah bertemu dengan Raul Guillermo Rodriguez Castro yang mana merupakan cucu dari mantan Presiden Kuba, Raul Castro. Langkah ini untuk mendesak Kuba agar mengubah sistem ekonomi dan politiknya. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team