Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

AS Dituding Intimidasi Negara yang Ingin Berdagang dengan Kuba

AS Dituding Intimidasi Negara yang Ingin Berdagang dengan Kuba
ilustrasi bendera Kuba (Pexels/El gringo photo)
Intinya Sih
  • Menlu Kuba Bruno Rodriguez menuduh AS melakukan intimidasi terhadap negara yang ingin berdagang dengan Kuba, terutama dalam impor bahan bakar minyak.
  • Presiden Miguel Diaz-Canel mengakui rakyat Kuba menghadapi kesulitan akibat krisis energi yang dipicu blokade AS, termasuk seringnya pemadaman listrik.
  • Diaz-Canel menyebut kemungkinan serangan militer AS ke Kuba tetap ada, namun menegaskan komitmen untuk menjaga perdamaian melalui dialog.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri (Menlu) Kuba, Bruno Rodriguez menuding Amerika Serikat (AS) sengaja mengintimidasi negara yang ingin berdagang dengan Kuba. Menurutnya, Kuba punya hak untuk mengimpor bahan bakar minyak (BBM) dari negara lain.  

“Blokade energi dari AS ini menunjukkan bahwa ini bukan hanya masalah bilateral. Ini adalah intimidasi, tekanan, dan pemaksaan kepada negara yang mau berdagang dengan Kuba,” ungkapnya, dikutip dari EFE, Jumat (17/4/2026). 

Beberapa bulan terakhir, Kuba dilanda krisis energi imbas blokade AS. Namun, Kuba dan AS sudah mengadakan dialog untuk menyelesaikan perselisihan kedua negara. 

1. Sebut Kuba punya hak untuk bebas berdagang

ilustrasi kapal barang
ilustrasi kapal barang (unsplash.com/carrier_lost)

Rodriguez mengungkapkan bahwa Kuba memiliki hak penuh untuk untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) dari negara mana pun. Ia menyebut, tindakan AS ini berbanding terbalik dengan hukum perdagangan internasional. 

“Setiap negara memiliki hak untuk mengekspor minyak ke Kuba dan membangun hubungan komersial dengan negara manapun tanpa adanya intervensi dari kekuatan asing,” terangnya. 

Pernyataan ini dalam menanggapi rencana analisa pemerintahan AS untuk menganalisa kapal yang masuk ke Kuba. Rencana ini setelah kapal Rusia diperbolehkan mengirimkan 100 ribu ton minyak ke Kuba. 

2. Presiden Kuba akui bahwa kehidupan warganya sulit imbas krisis energi

Presiden Kuba, Miguel Diaz Canel.
Presiden Kuba, Miguel Diaz Canel. (Duma.gov.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel mengakui bahwa kehidupan warganya sangat sulit dalam beberapa bulan terakhir. Kelangkaan energi akibat blokade AS telah membuat rakyat Kuba menderita. 

“Kehidupan rakyat Kuba sangat sulit. Mulai dari gangguan saat mati lampu hingga kembali hidup beberapa jam kemudian. Ini membuat pekerjaan rumah harus dikerjakan lebih pagi dari biasanya,” katanya. 

3. Sebut serangan militer AS ke Kuba mungkin terjadi

ilustrasi bendera Amerika Serikat
ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cscreates)

Pada saat yang sama, Diaz-Canel menyampaikan bahwa serangan militer AS ke Kuba sangat mungkin terjadi. Maka dari itu, ia meminta warga Kuba untuk mempersiapkan diri dengan segala kemungkinan terburuk. 

Meskipun demikian, Diaz-Canel mempercayai bahwa dialog akan berhasil mewujudkan perdamaian. Presiden Kuba itu mengaku tidak menginginkan perang terjadi di negaranya. 

“Kami tidak ingin perang, tapi kami harus mempersiapkan untuk menghindari itu dan jika dibutuhkan dapat memenangkannya. Kami tidak akan menyerah kepada pihak yang mengatakan bahwa Kuba adalah negara gagal,” paparnya. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More