Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Presiden Kuba Sebut AS Tidak Punya Alasan Menyerang Negaranya

Presiden Kuba Sebut AS Tidak Punya Alasan Menyerang Negaranya
Presiden Kuba, Miguel Diaz Canel. (Duma.gov.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menegaskan Amerika Serikat tidak punya alasan menyerang karena Kuba bukan ancaman dan lebih memilih penyelesaian lewat negosiasi.
  • Kuba siap melawan jika diserang dengan mengaktifkan doktrin pertahanan sipil massal, namun tetap membuka peluang kerja sama dan dialog damai dengan AS.
  • Krisis energi masih melanda Kuba dengan pemadaman listrik hingga 20 jam per hari akibat kapasitas pembangkit yang jauh di bawah kebutuhan nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Kuba, Miguel Diaz Canel mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak memiliki alasan untuk melancarkan agresi militer di negaranya. Sebab, Kuba bukanlah ancaman bagi AS. 

“Tidak ada dalih, tidak ada alasan dari AS untuk menyerang sebagai langkah untuk menyelesaikan perbedaan dan perselisihan dengan Kuba,” ungkap Diaz-Canel, dikutip dari EFE, Rabu (8/4/2026).

Sebelumnya, Kuba sudah bersedia bernegosiasi dengan AS untuk mengakhiri blokade impor bahan bakar minyak (BBM). Langkah ini untuk mengakhiri krisis energi di negara Karibia tersebut. 

1. Kuba akan melawan jika diserang AS

ilustrasi Kuba (pexels.com/Yuting Gao)
ilustrasi Kuba (pexels.com/Yuting Gao)

Diaz-Canel mengungkapkan bahwa Kuba akan membalas jika AS melancarkan serangan. Kuba akan menggerakkan doktrin pertahanan sipil massal untuk mengadang serangan dari AS. 

“Strategi Kuba didasarkan pada perang seluruh rakyat yang digambarkan sebagai doktrin defensif yang menyangkut partisipasi publik. Jika agresi militer terjadi, kami akan melawan kembali dan mempertahankan negara kami,” katanya, dikutip dari The Latin Times.

Meskipun demikian, Diaz-Canel menyampaikan, akan terus membuka pintu negosiasi dengan AS. Ia mengatakan akan berusaha menghindari segala bentuk peperangan. 

2. Kuba mau bekerja sama dengan AS dalam berbagai bidang

potret Kota Havana, Kuba (unsplash.com/Alexander Kunze)
potret Kota Havana, Kuba (unsplash.com/Alexander Kunze)

Presiden Kuba itu mengatakan, Kuba bersedia bekerja sama dalam berbagai bidang dengan AS. Sejumlah kesepakatan yang masih dibahas, termasuk migrasi, keamanan, upaya pemberantasan penyelundupan narkoba. 

Sementara itu, Diaz-Canel menyampaikan bahwa tidak ada kekhawatiran soal keamanan pribadi. Sebab, kepemimpinan Kuba sangat kolektif dan kompak sehingga sulit untuk dapat berkhianat. 

3. Kuba masih dilanda pemadaman listrik

potret Kota Havana, Kuba (unsplash.com/Persnickety Prints)
potret Kota Havana, Kuba (unsplash.com/Persnickety Prints)

Pekan lalu, Kuba masih dihadapkan pada pemadaman listrik imbas krisis energi. Berdasarkan data dari perusahaan listrik milik negara Kuba, Union Electrica (UNE), 53 persen dari pengguna listrik di Kuba tidak mendapatkan aliran listrik pada Jumat. 

UNE mengatakan bahwa pemadaman dilakukan karena kapasitas pembangkit listrik hanya 1.445 megawatt. Sedangkan permintaan listrik maksimum mencapai 3 ribu megawatt yang menyebabkan harus dilakukan pemadaman bergilir. 

Pemadaman bergilir ini bahkan sudah mencapai 15-20 jam per hari dan terkadang mencapai 2 hari berturut-turut. Kondisi ini membuat ekonomi di Kuba lumpuh dan sejumlah warga marah. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More