Jakarta, IDN Times – Topan Bavi mendekati gugusan Kepulauan Sakishima di barat daya Jepang pada Jumat (10/7/2026), memicu peringatan cuaca ekstrem dari otoritas setempat. Badai itu diperkirakan membawa angin kencang, hujan lebat, banjir, hingga potensi tanah longsor yang disebut dapat menjadi salah satu yang paling merusak dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan laporan otoritas meteorologi, Topan Bavi membawa kecepatan angin maksimum berkelanjutan mencapai 162 kilometer per jam saat bergerak menuju gugusan pulau yang berada di dekat Taiwan tersebut.
Warga diminta mengamankan rumah dan tempat usaha mereka menjelang kedatangan topan. Sejumlah maskapai juga membatalkan puluhan penerbangan menuju wilayah terdampak, termasuk penerbangan yang dijadwalkan pada Sabtu (11/7/2026).
Sementara itu, Taiwan turut bersiap menghadapi dampak Topan Bavi meski badai tersebut diperkirakan tidak akan mendarat di pulau tersebut. Pemerintah setempat memperingatkan potensi hujan dengan intensitas sangat tinggi di sejumlah wilayah.
