Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Topan Jangmi Hantam Jepang, Puluhan Ribu Rumah Tanpa Listrik
Ilustrasi angin topan. (pixabay.com/WikiImages)
  • Topan Jangmi melanda Jepang dengan kecepatan angin hingga 180 km/jam, menyebabkan hujan ekstrem, banjir, dan pemadaman listrik di lebih dari 48 ribu rumah di Okinawa dan Kagoshima.
  • Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan Level 4 untuk risiko banjir dan longsor di beberapa wilayah Kyushu hingga Tokai, serta memperkirakan curah hujan tambahan hingga 350 mm.
  • Sektor transportasi lumpuh total dengan pembatalan lebih dari 400 penerbangan dan gangguan besar pada layanan kereta cepat serta transportasi publik di Okinawa dan Tokyo.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Topan Jangmi atau yang juga disebut Topan No.6 bergerak melintasi dekat Pulau Kyushu di Jepang barat daya dan bergerak ke timur laut menuju wilayah Shikoku, serta pesisir Pasifik Honshu pada Selasa (2/6/2026). Ini setelah menghantam Okinawa sehari sebelumnya, yang memicu hujan lebat, banjir, pemadaman listrik, dan gangguan besar pada transportasi.

Sebelum mencapai Kyushu, Jangmi melintasi Okinawa pada Senin (1/6/2026) dengan angin berkecepatan hinggga 126 km per jam dan hembusan angin mencapai 180 km per jam, dilansir Kyodo News.

1. Dampak dan evakuasi warga

Ilustrasi tower listrik. (unsplash.com/Fré Sonneveld)

Sejauh ini, dampak dari Topan Jangmi telah menyebabkan kerusakan dan gangguan massal di beberapa wilayah. Setidaknya 16 orang terluka di Okinawa Salah satu korban adalah seorang laki-laki yang pingsan setelah tersengat listrik saat memperbaiki saluran listrik yang rusak akibat badai.

Imbas topan tersebut juga menyebabkan krisis listrik. Sekretaris Kabinet Utama Minoru Kihara mengatakan sekitar 48 ribu rumah tangga di Okinawa dan Kagoshima mengalami pemadaman listrik total.

Selain itu, terjadi curah hujan ekstrem di kota Miyazaki dengan curah hujan melebihi 300 mm dalam waktu 24 jam.

2. Badan Meteorologi Jepang keluarkan peringatan Level 4

Ilustrasi bendera Jepang. (unsplash.com/Roméo A.)

Badan Meteorologi Jepang (JMA) telah mengeluarkan peringatan bahaya banjir Level 4 (skala tertinggi kedua dalam sistem peringatan nasional) untuk sejumlah sungai di kota Nichinan, Prefektur Miyazaki. Pihaknya mendesak seluruh warga di zona bahaya untuk segera mengungsi.

JMA juga memperingatkan risiko tinggi terjadinya tanah longsor dan banjir bandang akibat potensi terbentuknya pita hujan linier di wilayah Kyushu Selatan, Shikoku, Kinki, dan Tokai.

"Suhu permukaan laut yang 1-2 derajat celcius lebih hangat dari rata-rata membantu topan mempertahankan kekuatannya dan meningkatkan kandungan uap air di atmosfer," kata JMA, dikutip dari Yomiuri Shimbun.

Kondisi ini berpotensi menghasilkan hujan dengan intensitas setara tingkat peringatan di sejumlah wilayah. Curah hujan susulan hingga Rabu (3/6/2026) siang diperkirakan mencapai 180-350 mm di berbagai wilayah terdampak.

3. Kelumpuhan transportasi massal dan ratusan penerbangan dibatalkan

Potret maskapai All Nippon Airways (ANA) di Bandara Internasional Haneda di Tokyo, Jepang (unsplash.com/Ryuno)

NHK News melaporkan, sektor transportasi di Jepang mengalami kelumpuhan total. Maskapai Japan Airlines (JAL) dan All Nippon Airways (ANA) membatalkan lebih dari 400 penerbangan pada 2 Juni 2026. Kedua maskapai tersebut juga dipastikan membatalkan lebih dari 580 penerbangan domestik maupun internasional pada 3 Juni 2026. Kebijakan ini berdampak pada sekitar 80 ribu penumpang.

Layanan kereta cepat Tokaido Shinkansen, Yamagata Shinkansen, dan beberapa jalur lokal di Tokyo diprediksi akan mengalami penundaan parah hingga pembatalan mulai Rabu pagi. Sementara itu, akses darat di jalan tol Okinawa dan transportasi publik lokal seperti bus dan monorel di Okinawa telah ditangguhkan.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat internasional dan warga setempat untuk terus memantau peta bahaya digital, menghindari area pesisir atau sungai, dan melakukan evakuasi mandiri sebelum cuaca memburuk.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article