Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tragedi Penyerangan SMP di Meksiko, Wakil Kepala Sekolah Tewas

2 min read
Tragedi Penyerangan SMP di Meksiko, Wakil Kepala Sekolah Tewas
Bendera Meksiko (unsplash.com/Chantel)
  • Penyerangan bersenjata terjadi di SMP Nomor 13, Torreon, Meksiko, Kamis 1 Oktober 2026, menewaskan wakil kepala sekolah dan melukai tiga orang.

  • Dua mantan murid bersaudara berusia 18 tahun diduga menyusup mengikuti guru dengan parang dan bom molotov; warga serta guru melumpuhkan mereka sebelum polisi tiba.

  • Penyelidikan awal mengarah pada dendam pribadi terhadap sekolah. Tiga korban dirawat di rumah sakit, dengan satu korban luka berat masih dalam kondisi kritis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Aksi penyerangan bersenjata melanda Sekolah Menengah Pertama (SMP) Nomor 13 di kawasan La Union, Kota Torreon, Meksiko, pada Kamis (1/10/2026). Insiden tragis tersebut menyebabkan seorang wakil kepala sekolah tewas dan tiga orang lainnya mengalami luka-luka.

Kasus kekerasan yang menargetkan lingkungan sekolah tergolong sebagai peristiwa langka di Meksiko. Usai situasi berhasil dikendalikan, otoritas setempat langsung mengusut tuntas kejahatan tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku.

  1. 1. Pelaku menyusup ke sekolah bawa parang dan bom molotov

    Ilustrasi bom molotov. Pixabay
    Ilustrasi bom molotov. Pixabay

    Kedua pelaku menerobos masuk ke area sekolah pada pagi hari dengan membuntuti seorang guru. Mereka melancarkan aksinya saat pergantian jam pelajaran ketiga ketika lorong kelas sedang dipadati murid. Tanpa mengenakan seragam, pelaku membawa senjata tajam berupa parang dan bom molotov rakitan.

    "Mereka datang lalu menyerang staf tata usaha serta beberapa murid," ujar Pengawas Sekolah, Héctor Rodríguez, dilansir The Australian.

    Ledakan mirip petasan seketika memicu kepanikan hebat di antara sekitar 170 siswa yang hadir. Situasi mencekam ini memaksa seluruh murid bersembunyi di dalam kelas hingga aparat keamanan tiba di lokasi.

  2. 2. Warga dan guru ringkus dua pelaku bersaudara

    Ilustrasi penangkapan
    Ilustrasi penangkapan (Unsplash.com/Rainer Bleek)

    Warga di sekitar sekolah bergegas mendatangi lokasi setelah mendengar suara dentuman dan keributan. Sejumlah warga bersama para guru bertindak cepat mengepung sekaligus melumpuhkan pelaku sebelum polisi tiba. Otoritas pemerintah membenarkan bahwa penyusup tersebut merupakan mantan murid di sekolah tersebut.

    "Kami telah menahan dua tersangka, yakni dua pemuda bersaudara berusia 18 tahun," kata Jaksa Penuntut Negara Bagian Coahuila, Federico Fernández.

    Kepolisian kini telah mengambil alih penanganan kedua tersangka untuk dijebloskan ke tahanan. Pihak kejaksaan turut mengamankan mereka guna proses pemeriksaan mendalam serta penetapan status hukum.

  3. 3. Dugaan dendam pribadi pelaku terhadap pihak sekolah

    Ilustrasi senjata tajam. (Pixabay/Niek Verlaan)
    Ilustrasi senjata tajam. (Pixabay/Niek Verlaan)

    Korban tewas teridentifikasi sebagai perempuan berusia 56 tahun. Ia meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka sabetan senjata tajam yang parah. Penyelidik terus melacak rekam jejak pelaku selama pernah bersekolah di sana.

    "Pemeriksaan awal menunjukkan serangan ini berkaitan dengan dendam pribadi atau rasa permusuhan terhadap pihak sekolah," ungkap Jaksa Federico Fernández.

    Pemerintah pusat memastikan tiga korban luka telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk menerima penanganan darurat. Saat ini, salah satu korban luka berat masih dalam kondisi kritis di bawah pengawasan ketat tim medis.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More