Ilustrasi gambar anjing dengan kardus. Unsplash.com/Isaac Benhesed
Setidaknya, ada sekitar 200 kelinci, serta 50 anjing dan kucing yang berhasil diselamatkan oleh para relawan hewan di lokasi kejadian. Sebagian diantaranya telah diadopsi dan yang kondisinya masih kritis telah dikirim ke klinik hewan. Otoritas setempat mengatur agar ribuan hewan yang mati dikumpulkan untuk di disinfeksi terlebih dulu sebelum dikuburkan.
Setelah operasi penyelamatan di kota Luohe, Hua dan badan amal mendengar tentang nasib hewan-hewan lainnya yang juga diangkut menuju ke desa terdekat, Dameng. Mereka pun melakukan aksi penyelamatan lebih lanjut dan berhasil membebaskan sekitar 1.000 lebih hewan di sana, sementara sisanya tidak dapat diselamatkan.
Hua lalu mengatakan kepada CBS News bahwa kedua insiden tersebut tidak dapat diterima baik dalam hal kesejahteraan hewan dan risiko yang ditimbulkan terhadap kesehatan masyarakat. "Mengingat pandemi COVID-19 yang kita hadapi, sangat menakutkan untuk memindahkan hewan-hewan hidup seperti itu dan bahkan (hingga) berakhir mati," katanya.
"Lakukan adopsi daripada membeli dan mengirim hewan secara ilegal," desak Hua kepada publik, sambil menyerukan kepada otoritas Tiongkok untuk "menegakkan secara ketat" aturan yang sudah ada di buku-buku terkait pengiriman hewan hidup.