Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui bahwa perang melawan Iran dan kenaikan harga bensin ikut menyeret Partai Republik menuju kekalahan dalam pemilihan sela. Pernyataan tersebut disampaikan setelah hasil pemungutan suara yang berlangsung pada Selasa (3/11/2026).
Dalam wawancara melalui sambungan telepon yang disiarkan Fox News, Trump mengakui adanya dampak konflik terhadap perolehan suara partainya. Ia menilai kenaikan harga bahan bakar dalam jangka pendek telah memicu ketidakpuasan pemilih, terutama akibat tekanan ekonomi yang mereka rasakan.