Jakarta, IDN Times – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah Presiden Donald Trump melontarkan ancaman baru. Melalui unggahan di media sosial Truth Social pada Kamis (11/6/2026), Trump membuka kemungkinan penggunaan militer AS untuk mengambil alih Pulau Kharg, terminal ekspor minyak utama Iran.
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya penargetan besar-besaran terhadap infrastruktur energi Iran. Berdasarkan informasi yang beredar, Pulau Kharg menangani sekitar 90 persen pengiriman minyak mentah Iran sebelum konflik pecah. Di sisi lain, ekspor minyak Iran kini telah terhenti setelah Angkatan Laut AS memblokade pelabuhan dan kapal-kapal negara itu.
