Dubes AS Tegaskan ASEAN Tetap Jadi Prioritas Utama di Era Trump

- Amerika Serikat menegaskan Asia Tenggara tetap jadi prioritas utama kebijakan luar negeri di era Presiden Donald Trump, dengan fokus memperkuat hubungan strategis bersama ASEAN.
- Kerja sama AS–ASEAN diarahkan pada pengembangan mineral kritis, kecerdasan buatan, dan teknologi masa depan sebagai bagian dari visi bersama membangun kawasan Indo-Pasifik.
- Kevin Kim resmi ditunjuk sebagai Duta Besar AS untuk ASEAN pada Juni 2026, menandai komitmen Washington memperdalam kemitraan diplomatik yang telah terjalin sejak 1977.
Jakarta, IDN Times - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk ASEAN, Kevin Kim menegaskan kawasan Asia Tenggara tetap menjadi prioritas utama dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.
Dalam keterangannya pada perayaan Hari Kemerdekaan ke-250 AS di Jakarta pada Kamis (11/6/2026), Kevin Kim mengatakan pendekatan AS terhadap ASEAN sangat penting bagi upaya pemerintahan AS dalam membangun masa depan kawasan Indo-Pasifik.
"Terkait dengan pendekatan kami terhadap ASEAN, hal ini tetap sangat krusial bagi apa yang ingin diupayakan oleh pemerintahan (AS) di kawasan ini," ujar Kevin Kim, Jakarta.
Menurut dia, komitmen tersebut tercermin dari kunjungan Presiden Trump ke Malaysia pada Oktober 2025, meskipun memiliki agenda yang padat. Selain itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga melakukan kunjungan yang sama ke Kuala Lumpur sebagai bagian dari penguatan hubungan dengan negara-negara ASEAN.
1. AS bakal perkuat kerja sama di sektor mineral hingga AI di kawasan ASEAN

Kevin Kim menjelaskan, kepemimpinan Presiden Trump memungkinkan AS dan ASEAN menyepakati sebuah pernyataan visi bersama yang menjadi landasan kerja sama kedua pihak di masa depan. Ia menyebut sejumlah bidang strategis yang menjadi fokus kolaborasi, termasuk pengembangan mineral kritis, kerja sama akal imitasi (AI), teknologi masa depan, serta pembentukan norma dan nilai di kawasan.
"Semua isu kritis serta penting lainnya yang dipedulikan oleh ASEAN dan negara anggota ASEAN serta apa yang juga dipedulikan oleh Amerika Serikat," tutur Dubes Kim.
Oleh karena itu, ia mengatakan, Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) AS Christopher Landau langsung berkunjung ke Sekretariat ASEAN setelah mendarat di Jakarta pada hari ini. Dalam kunjungan tersebut, Landau bertemu Sekretaris Jenderal (Sekjen) ASEAN Kao Kim Hourn untuk membahas berbagai isu strategis yang menjadi kepentingan bersama di kawasan ini.
2. Cerita Kevin Kim dapat amanat besat terkait pentingnya posisi ASEAN bagi AS

Kim juga mengungkapkan, sebelum bertolak dari Washington ke Jakarta, para pejabat senior pemerintahan AS juga memberikan pesan terkait pentingnya Asia Tenggara dalam menentukan arah perkembangan global pada abad ke-21.
"Mereka semua menyadari dan mereka semua memahami serta ingin memprioritaskan bahwa masa depan abad ke-21 akan diukir di kawasan ini," ujarnya.
Oleh karena itu, ia menekankan, AS memiliki keinginan kuat untuk terus memperluas kerja sama dengan ASEAN dan negara-negara anggotanya di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, teknologi, hingga isu-isu strategis kawasan.
3. Trump tunjuk Kevin Kim sebagai Dubes AS untuk ASEAN

Presiden Donald Trump menugaskan Kevin Kim sebagai Duta Besar AS untuk ASEAN mulai Juni 2026. Kim dilantik oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada 5 Juni 2026 di Washington, DC, dan baru tiba di Jakarta pada 9 Juni 2026.
Sebelumnya, Duta Besar Kim menjabat sebagai Kuasa Usaha ad interim di Kedutaan Besar AS untuk Republik Korea, Pejabat Senior Biro Urusan Asia Timur dan Pasifik, dan Anggota Staf Profesional di Komite Angkatan Bersenjata Senat.
Amerika Serikat telah bermitra dengan ASEAN sejak 1977 dan mendirikan Misi AS untuk ASEAN di Jakarta pada 2009.

















