“Pilihan saya selalu tertuju pada upaya untuk mengambil Pulau Kharg. Pilihan saya adalah itu. Saya tidak tahu apakah Amerika (Serikat) punya keberanian untuk itu,” kata Trump kepada Fox News pada Kamis (11/6/2026), seperti dikutip Times of Israel.
Donald Trump Sebut Mau Ambil Alih Pulau Kharg Milik Iran

- Donald Trump menyatakan keinginannya untuk mengambil alih Pulau Kharg milik Iran demi menguasai fasilitas minyak strategis di wilayah tersebut.
- Pulau Kharg merupakan terminal ekspor minyak utama Iran yang menampung hingga 7 juta barel per hari dan menjadi pusat ekspor minyak ke China.
- AS telah dua kali menyerang Pulau Kharg pada Maret dan April, namun belum melakukan serangan lagi karena risiko memperpanjang konflik dengan Iran.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan dirinya ingin mengambil alih Pulau Kharg milik Iran. Sebab, ia ingin menguasai fasilitas minyak Iran yang ada di sana. Namun, ia mengakui bahwa hal tersebut tidak mudah dilakukan.
1. Pulau Kharg merupakan terminal ekspor minyak utama Iran

Sebagai informasi, Pulau Kharg merupakan sebuah pulau koral kecil yang dimiliki Iran. Dilansir Britanica, pulau ini berada di dekat Teluk Persia. Jaraknya sekitar 55 kilometer dari barat laut pelabuhan Busher.
Selain menjadi markas militer, Pulau Kharg juga menjadi terminal ekspor minyak utama yang dimiliki Iran. Sebab, 90 persen kegiatan ekspor minyak Iran ke pasar global dilakukan di pulau tersebut.
Fasilitas minyak di Pulau Kharg dikabarkan bisa menampung 7 juta barel minyak per hari. Sebagian besar minyak yang ditampung Iran di sana diekspor ke China.
2. AS pernah menyerang Pulau Kharg

Pada Maret lalu, AS pernah menyerang Pulau Kharg. Kala itu, serangan ditargetkan ke pangkalan militer Iran yang ada di sana. Trump menyebut itu merupakan serangan terbesar yang pernah dilakukan Negeri Paman Sam di Timur Tengah.
"AS telah melakukan salah satu serangan bom paling dahsyat dalam sejarah Timur Tengah, termasuk menghancurkan target militer di Pulau Kharg,” ujar Trump di laman Truth Social pribadinya.
Saat itu, Trump memutuskan untuk tidak menyerang fasilitas minyak Iran yang ada di Pulau Kharg. Sebab, menurut Trump, tindakan tersebut bisa membuat harga minyak dunia makin meroket.
3. AS belum pernah menyerang Pulau Kharg lagi hingga kini

Sebulan setelahnya, yakni pada April, AS kembali meluncurkan serangan ke Pulau Kharg. Itu merupakan serangan terakhir AS ke Pulau Kharg. Sebab, hingga saat ini, Washington belum kembali menyerang pulau tersebut.
Menurut sejumlah pengamat, AS bisa saja mengambil alih Pulau Kharg dalam waktu dekat. Meski begitu, pengamat mewanti-wanti AS harus mempertimbangkan kembali pengambilan Pulau Kharg dari Iran. Sebab, keputusan tersebut berisiko memperpanjang perang dengan Iran.
“Perebutan dan pendudukan Pulau Kharg lebih mungkin memperluas dan memperpanjang perang daripada memberikan kemenangan yang menentukan,” kata pengamat Timur Tengah dari Foundation for Defense of Democracies, Ryan Brobst dan Cameron McMillan.

















