Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Donald Trump Sebut Mau Ambil Alih Pulau Kharg Milik Iran

Donald Trump Sebut Mau Ambil Alih Pulau Kharg Milik Iran
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang menerima tamu di Gedung Putih pada 15 September 2025. (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)
Intinya Sih
  • Donald Trump menyatakan keinginannya untuk mengambil alih Pulau Kharg milik Iran demi menguasai fasilitas minyak strategis di wilayah tersebut.
  • Pulau Kharg merupakan terminal ekspor minyak utama Iran yang menampung hingga 7 juta barel per hari dan menjadi pusat ekspor minyak ke China.
  • AS telah dua kali menyerang Pulau Kharg pada Maret dan April, namun belum melakukan serangan lagi karena risiko memperpanjang konflik dengan Iran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan dirinya ingin mengambil alih Pulau Kharg milik Iran. Sebab, ia ingin menguasai fasilitas minyak Iran yang ada di sana. Namun, ia mengakui bahwa hal tersebut tidak mudah dilakukan.

“Pilihan saya selalu tertuju pada upaya untuk mengambil Pulau Kharg. Pilihan saya adalah itu. Saya tidak tahu apakah Amerika (Serikat) punya keberanian untuk itu,” kata Trump kepada Fox News pada Kamis (11/6/2026), seperti dikutip Times of Israel

1. Pulau Kharg merupakan terminal ekspor minyak utama Iran

Ladang minyak dan gas.
ilustrasi ladang minyak dan gas (pexels.com/Ali Mucci)

Sebagai informasi, Pulau Kharg merupakan sebuah pulau koral kecil yang dimiliki Iran. Dilansir Britanica, pulau ini berada di dekat Teluk Persia. Jaraknya sekitar 55 kilometer dari barat laut pelabuhan Busher. 

Selain menjadi markas militer, Pulau Kharg juga menjadi terminal ekspor minyak utama yang dimiliki Iran. Sebab, 90 persen kegiatan ekspor minyak Iran ke pasar global dilakukan di pulau tersebut. 

Fasilitas minyak di Pulau Kharg dikabarkan bisa menampung 7 juta barel minyak per hari. Sebagian besar minyak yang ditampung Iran di sana diekspor ke China.

2. AS pernah menyerang Pulau Kharg

Pulau Kharg
potret Pulau Kharg (commons.wikimedia.org/Unknown author)

Pada Maret lalu, AS pernah menyerang Pulau Kharg. Kala itu, serangan ditargetkan ke pangkalan militer Iran yang ada di sana. Trump menyebut itu merupakan serangan terbesar yang pernah dilakukan Negeri Paman Sam di Timur Tengah.    

"AS telah melakukan salah satu serangan bom paling dahsyat dalam sejarah Timur Tengah, termasuk menghancurkan target militer di Pulau Kharg,” ujar Trump di laman Truth Social pribadinya.

Saat itu, Trump memutuskan untuk tidak menyerang fasilitas minyak Iran yang ada di Pulau Kharg. Sebab, menurut Trump, tindakan tersebut bisa membuat harga minyak dunia makin meroket.    

3. AS belum pernah menyerang Pulau Kharg lagi hingga kini

Pulau Kharg milik Iran.
potret Pulau Kharg (commons.wikimedia.org/NASA)

Sebulan setelahnya, yakni pada April, AS kembali meluncurkan serangan ke Pulau Kharg. Itu merupakan serangan terakhir AS ke Pulau Kharg. Sebab, hingga saat ini, Washington belum kembali menyerang pulau tersebut.

Menurut sejumlah pengamat, AS bisa saja mengambil alih Pulau Kharg dalam waktu dekat. Meski begitu, pengamat mewanti-wanti AS harus mempertimbangkan kembali pengambilan Pulau Kharg dari Iran. Sebab, keputusan tersebut berisiko memperpanjang perang dengan Iran. 

“Perebutan dan pendudukan Pulau Kharg lebih mungkin memperluas dan memperpanjang perang daripada memberikan kemenangan yang menentukan,” kata pengamat Timur Tengah dari Foundation for Defense of Democracies, Ryan Brobst dan Cameron McMillan. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina

Related Articles

See More