Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Trump Balas Sindiran Obama soal Renovasi Mewah Gedung Putih
Donald Trump (commons.m.wikimedia.org/Gage Skidmore)
  • Donald Trump membalas sindiran Barack Obama tentang renovasi Gedung Putih, menegaskan perawatan diperlukan dan menuduh pemerintahan Obama mengabaikan kondisi fisik bangunan bersejarah tersebut.

  • Obama sebelumnya mengkritik proyek aula megah, pengaspalan Rose Garden, landasan helikopter, dan dekorasi emas, yang dinilainya berlebihan di tengah kondisi ekonomi masyarakat.

  • Polemik renovasi mencuat menjelang pemilu sela AS yang memperebutkan seluruh kursi DPR dan sepertiga Senat, saat Obama serta Trump sama-sama menggalang dukungan politik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan kritik balik terhadap mantan presiden Barack Obama pada Senin (26/10/2026). Reaksi keras ini muncul menyusul sindiran satir Obama yang menyamakan renovasi Gedung Putih era Trump seperti restoran The Cheesecake Factory milik mendiang diktator Irak, Saddam Hussein.

Trump menyampaikan pembelaannya di hadapan para wartawan di Pangkalan Udara Andrews sebelum bertolak menuju kampanye pemilu sela (midterm). Perdebatan seputar tata ruang istana kepresidenan tersebut kian memanaskan tensi politik nasional menjelang hari pemungutan suara.

1. Serangan balik Donald Trump atas sindiran Obama

Dalam keterangannya selama sekitar tiga menit, Trump membantah analogi pendahulunya tersebut dan menegaskan bahwa Gedung Putih wajib dirawat agar selalu bersih serta rapi. Ia justru menuding pemerintahan era Obama mengabaikan perawatan fisik bangunan bersejarah itu selama bertahun-tahun, hingga dindingnya berdebu dan batu bangunannya rusak.

"Bagi Anda yang menyebut tempat ini seperti Cheesecake Factory, hal itu justru memperlihatkan mengapa Anda adalah presiden yang buruk," ujar Trump kepada para wartawan, dilansir Free Malaysia Today.

Trump menambahkan bahwa kepemimpinan sebelumnya membiarkan ornamen istana terbengkalai tanpa perbaikan. Menurutnya, pembenahan fisik Gedung Putih merupakan kewajiban demi menjaga kehormatan simbol utama kepresidenan Amerika Serikat.

2. Sindiran bernada satir dari Barack Obama

Perang kata-kata ini bermula dari pidato kampanye Obama di hadapan para pendukung Partai Demokrat di Ohio dan Michigan pada Sabtu (24/10/2026). Obama menyindir Trump yang dinilainya terlalu berfokus pada proyek renovasi properti layaknya pembawa acara renovasi rumah di televisi.

Obama secara khusus menyoroti pembangunan aula pertemuan megah, pengaspalan area Rose Garden, penambahan landasan helikopter di halaman South Lawn, hingga dekorasi serba emas di Ruang Oval. Ia menilai kemewahan yang mencolok tersebut sangat bertolak belakang dengan kondisi ekonomi masyarakat saat ini.

"Dia membuat Gedung Putih tampak seperti Saddam Hussein yang membuka cabang restoran The Cheesecake Factory. Emas ada di mana-mana!" kelakar Obama, merujuk pada jaringan restoran ternama di AS yang identik dengan dekorasi megah.

3. Eskalasi tensi politik menjelang pemilu sela

Saling lempar sindiran ini terjadi di tengah fase krusial kampanye pemilu sela, yang memperebutkan seluruh 435 kursi DPR dan sepertiga kursi Senat Amerika Serikat. Obama aktif menggalang dukungan bagi para kandidat Partai Demokrat sembari menyoroti isu lonjakan harga energi, kebijakan luar negeri, serta kenaikan biaya hidup.

Di sisi lain, Trump bersama Partai Republik memanfaatkan perbaikan istana kepresidenan untuk memperkuat simpati basis pemilihnya. Mereka memandang pembenahan fasilitas tersebut sebagai langkah pemulihan wibawa negara, sekaligus menepis kritik dari kubu Demokrat sebagai serangan politik semata.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article