Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Obama Kritik Tajam Kepemimpinan Donald Trump Saat Kampanye di Ohio

4 min read
Obama Kritik Tajam Kepemimpinan Donald Trump Saat Kampanye di Ohio
Barack Obama (commons.wikimedia.org/Center for American Progress Action Fund)
  • Barack Obama mengkritik dua tahun pemerintahan Donald Trump di Ohio, menuding adanya kekacauan, korupsi, ketidakmampuan, serta pengabaian terhadap kelas pekerja dan biaya hidup.
  • Obama mengecam iklan tim Vivek Ramaswamy yang menyerang trauma masa kecil dan kesehatan mental calon gubernur Demokrat Amy Acton; iklan itu juga memicu perpecahan internal Partai Republik.
  • Kampanye di Cleveland membuka tur Obama di Midwest dan Georgia untuk mendukung kandidat Demokrat, termasuk Sherrod Brown, Abdul El-Sayed, Jocelyn Benson, Jon Ossoff, serta Keisha Lance Bottoms.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, mengkritik tajam kepemimpinan Presiden Donald Trump saat menghadiri kampanye Partai Demokrat di Cleveland Public Auditorium, Ohio, pada Sabtu (24/10/2026). Kehadiran Obama ini bertujuan memperkuat dukungan bagi para kandidat dari Partai Demokrat di negara bagian tersebut menjelang pemilihan mendatang.

Dalam pidatonya, Obama menyoroti kinerja pemerintahan Trump dan mengajak warga melakukan pembenahan politik secara menyeluruh. Ia juga mengecam merosotnya etika dalam persaingan politik di daerah serta mendorong masyarakat Ohio untuk memilih perubahan kepemimpinan.

  1. 1. Sorotan terhadap dua tahun masa pemerintahan Donald Trump

    Donald Trump
    Donald Trump (commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

    Di hadapan para pendukungnya di Cleveland, Obama menilai dua tahun masa pemerintahan Trump diwarnai kemerosotan standar kepemimpinan publik dan pengabaian terhadap nasib kelas pekerja. Ia mengingatkan bahwa meski masa jabatan Trump masih tersisa dua tahun, rakyat tetap memiliki hak untuk menentukan arah Kongres dan pemerintahan negara bagian. Menurutnya, warga tidak perlu terus bertahan dengan anggota Kongres maupun gubernur dari Partai Republik yang membiarkan pelanggaran hukum serta mengabaikan nasib para pekerja.

    "Setelah dua tahun yang penuh kekacauan, kekejaman, korupsi, dan ketidakmampuan yang belum pernah terjadi di era modern, Anda punya kesempatan untuk mengatakan, 'Cukup sudah.' Kita memilih perubahan tepat di sini, di Ohio," tegas Obama, dilansir CBS News.

    Selain menyoroti kebijakan pemerintah, Obama menyindir prioritas Trump yang dianggap abai terhadap tingginya biaya hidup masyarakat. Ia menilai Trump justru sibuk merenovasi Gedung Putih dengan menambah ruang dansa dan landasan helikopter di Halaman Selatan. Mengacu pada dekorasi serba emas yang berlebihan, Obama menyindir bahwa Trump lebih cocok menjadi pembawa acara renovasi rumah mewah di televisi daripada memimpin negara.

  2. 2. Kecaman atas iklan politik yang menyerang masa lalu Amy Acton

    bendera Amerika Serikat
    potret bendera Amerika Serikat (pexels.com/Connor Scott McManus)

    Kampanye ini turut menyoroti persaingan pemilihan gubernur antara kandidat Partai Demokrat, Dr. Amy Acton, dan kandidat Partai Republik, Vivek Ramaswamy. Persaingan memanas setelah tim Ramaswamy menayangkan iklan video berisi pengakuan ibu kandung Acton yang telah lama berpisah darinya, Donna Arthur. Dalam iklan tersebut, sang ibu menyebut putrinya pembohong dan menyerang kondisi kesehatan mentalnya.

    Mantan Direktur Kesehatan Ohio saat pandemi COVID-19 itu sebelumnya pernah mengungkap kisah masa kecilnya yang mengalami penelantaran, kekerasan, hingga hidup menggelandang. Hak asuh ibunya saat itu dicabut setelah ayah tirinya, Cledith Arthur, didakwa memperkosa Acton pada 1970-an lalu melarikan diri hingga meninggal dunia pada 2004. Acton, yang tidak pernah bertemu ibunya lagi sejak berada di pengadilan pada usia 12 tahun, menilai lawannya sengaja memanfaatkan trauma masa kecilnya demi menyelamatkan kampanye yang merosot. Ia pun menyebut Ramaswamy sebagai sosok yang egois dan berbahaya bagi warga Ohio.

    "Dalam beberapa hari terakhir, kita melihat tidak ada batas etika yang tidak berani ia langgar. Seharusnya ada adab dan kesopanan yang kita harapkan dari seorang calon pejabat publik. Saya tidak habis pikir mengapa standar perilaku bisa merosot begitu rendah hingga seseorang tega menayangkan iklan seperti itu," kata Obama.

    Iklan politik tersebut turut memecah belah internal Partai Republik karena Trump dan Wakil Presiden JD Vance membelanya sebagai langkah yang wajar. Sebaliknya, Gubernur Ohio dari Partai Republik, Mike DeWine, bersama sejumlah tokoh partai di daerah mendesak agar iklan itu segera ditarik karena dianggap melampaui batas etika.

  3. 3. Rangkaian kampanye Obama di sejumlah negara bagian utama

    Barack Obama
    Barack Obama (x.com/BarackObama)

    Acara di Cleveland ini mengawali rangkaian kunjungan politik Obama di kawasan industri Midwest. Dalam kesempatan tersebut, ia mendampingi mantan Senator Sherrod Brown yang berupaya merebut kembali kursi Senat AS dari politisi Partai Republik, Jon Husted. Meski pemilih di Ohio cenderung mendukung Partai Republik dalam beberapa pemilihan terakhir, wilayah ini tetap menjadi salah satu daerah dengan persaingan paling ketat tahun ini.

    Usai dari Ohio, Obama langsung bertolak ke Cass Technical High School di Detroit, Michigan, untuk mendukung calon senator dari Partai Demokrat, Abdul El-Sayed, serta calon gubernur Jocelyn Benson. Di hadapan warga Detroit, Obama menepis serangan bernuansa SARA terhadap El-Sayed dan mengajak masyarakat memperkuat perwakilan rakyat di lembaga legislatif.

    "Jangan menunda-nunda dan jangan ragu untuk memilih," ujar Obama saat mengajak warga di Ohio dan Michigan menggunakan hak suara mereka.

    Agenda kampanye Obama akan berlanjut ke Georgia pada pekan depan untuk mendampingi Senator Jon Ossoff dan calon gubernur Keisha Lance Bottoms dalam menggalang dukungan bagi Partai Demokrat. Di sisi lain, Trump dijadwalkan menggelar kampanye tandingan di Georgia guna merapatkan barisan pendukung Partai Republik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More