Trump Bantah Instruksikan Pembatasan Akses Starlink di Ukraina

- Trump membantah dirinya dan Elon Musk menginstruksikan pembatasan Starshield di Ukraina, seraya menyatakan layanan tersebut tetap beroperasi sebagaimana mestinya.
- Militer Ukraina bergantung pada Starlink dan Starshield untuk komunikasi serta data drone, namun pembatasan memutus konektivitas drone yang melaju di atas 160 km per jam.
- Musk menyebut pemerintah AS mengontrol Starshield, sementara Trump menolak serangan Ukraina ke infrastruktur energi Rusia karena dinilai berpotensi menaikkan harga minyak dunia.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Jumat (16/10/2026), membantah keterlibatan dalam pembatasan akses Starlink untuk militer Ukraina. Pernyataan ini disampaikan menyusul tuduhan dari CEO SpaceX, Elon Musk.
Beberapa hari terakhir, hubungan AS dan Ukraina terus memanas. Terlebih setelah Ukraina memprotes SpaceX atas pembatasan akses internet menggunakan Starshield, atau Starlink yang khusus digunakan untuk militer.
1. Sebut Musk juga tidak ikut dalam pembatasan Starlink

ilustrasi Starlink (unsplash.com/maria_shalabaieva) Trump mengatakan, pembatasan Starlink di Ukraina ini bukan dari dirinya maupun dari Elon Musk. Menurutnya, akses Starshield berfungsi sebagaimana mestinya.
“Baiklah, saya sebenarnya tidak tahu jika ini memang salah seseorang karena ini bukan salah saya dan saya pikir ini juga bukan salah Elon. Sejauh yang saya ketahui, ini tetap beroperasi sebagaimana mestinya,” tuturnya, dikutip dari CNBC.
Selama ini, militer Ukraina menggantungkan pada layanan Starlink dan Starshield untuk mendapatkan data untuk drone mereka serta berkomunikasi. Pembatasan ini mengakibatkan putusnya konektivitas drone jika terbang dengan kecepatan lebih dari 160 km per jam.
2. Elon Musk tuduh pembatasan dilakukan oleh pemerintah AS

CEO SpaceX, Elon Musk. (Tesla Owners Club Belgium, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons) Sehari sebelumnya, Elon Musk mengatakan bahwa gangguan layanan Starshield di Ukraina adalah tanggung jawab pemerintah AS. Katanya, pemerintah AS yang memiliki dan mengontrol sistem Starshield.
“Sistem Starshield dimiliki dan dikontrol oleh pemerintah AS. Maka dari itu, adanya pembatasan kecepatan atau penggunaan ditentukan oleh militer AS dan terlebih oleh POTUS atau Presiden AS,” ungkapnya, dilansir dari Euronews.
Musk menekankan bahwa sistem Starshield dan Starlink berbeda. Sebab, Starfield digunakan untuk militer, sedangkan Starlink digunakan untuk kepentingan sipil dan tidak boleh digunakan untuk meluncurkan operasi militer.
3. Trump tolak keputusan Ukraina lanjutkan serangan ke infrastruktur energi Rusia

ilustrasi kilang minyak (unsplash.com/@bfenton_photo) Pada hari yang sama, Trump menolak keputusan Ukraina untuk melanjutkan serangan ke infrastruktur energi Rusia. Menurutnya, langkah dari Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy tersebut sebagai bentuk penghinaan.
Dilansir Politico, Trump menyebut bahwa tindakan Zelenskyy hanya dapat membuat harga minyak dunia melonjak. Ia mengaku tidak senang dengan kebijakan Zelenskyy dan menyebutnya lebih sulit diajak kerja sama dibanding dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.





















