Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Trump Copot Jaksa Agung AS Pam Bondi, Apa Sebabnya?
Presiden Donald Trump mengadakan konferensi pers bersama Jaksa Agung Pam Bondi dan Wakil Jaksa Agung Todd Blanche di Ruang Konferensi Pers James S. Brady pada hari Jumat, 27 Juni 2025. ( Abe McNatt, The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)
  • Donald Trump mencopot Jaksa Agung Pam Bondi karena ketidakpuasan terhadap kinerjanya, terutama dalam menangani isu sensitif dan kasus hukum yang tidak sesuai harapan presiden.
  • Penanganan kontroversial kasus Jeffrey Epstein memperlemah posisi Bondi setelah pernyataannya menimbulkan kebingungan publik dan tekanan politik dari Kongres AS.
  • Todd Blanche ditunjuk sebagai pengganti sementara Bondi, sementara Trump masih mempertimbangkan kandidat permanen di tengah spekulasi politik yang terus berkembang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Februari 2025

Pam Bondi melakukan wawancara dan menyebut daftar klien Jeffrey Epstein sedang berada di mejanya untuk ditinjau, yang kemudian memicu kontroversi publik.

pertengahan Maret

Pam Bondi hadir secara sukarela di hadapan House Oversight Committee untuk memberikan kesaksian terkait kasus Epstein, namun sesi tersebut diwarnai ketegangan politik antara anggota legislatif.

awal tahun

Nama Lee Zeldin sempat dipertimbangkan sebagai kandidat Jaksa Agung sebelum isu pergantian Pam Bondi menguat kembali.

Rabu

Donald Trump memberi sinyal kuat dalam percakapan langsung bahwa masa jabatan Pam Bondi tidak akan berlangsung lama.

2 April 2026

CNN melaporkan bahwa kekecewaan Trump terhadap kinerja Pam Bondi memperkuat persepsi internal bahwa upaya hukum Departemen Kehakiman tidak berjalan sesuai keinginan presiden.

kini

Donald Trump resmi mencopot Pam Bondi dari jabatan Jaksa Agung dan menunjuk Wakil Jaksa Agung Todd Blanche sebagai pengganti sementara di tengah ketegangan internal Departemen Kehakiman.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencopot Jaksa Agung Pam Bondi dari jabatannya di tengah meningkatnya ketegangan internal di Departemen Kehakiman.
  • Who?
    Pencopotan dilakukan oleh Presiden Donald Trump terhadap Jaksa Agung Pam Bondi. Posisi sementara digantikan oleh Wakil Jaksa Agung Todd Blanche.
  • Where?
    Peristiwa ini terjadi di lingkungan pemerintahan Amerika Serikat, khususnya di Departemen Kehakiman di Washington D.C.
  • When?
    Keputusan disampaikan setelah percakapan langsung pada Rabu dan diberitakan pada Kamis, 2 April 2026 waktu setempat.
  • Why?
    Pencopotan didorong oleh ketidakpuasan Trump terhadap kinerja Bondi, terutama dalam penanganan kasus Jeffrey Epstein dan sikapnya terhadap lawan politik presiden.
  • How?
    Trump membahas keputusan ini dengan sekutunya sebelum mengumumkan pencopotan. Todd Blanche ditunjuk sebagai pengganti sementara sambil menunggu keputusan permanen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Donald Trump mengganti Jaksa Agung Pam Bondi karena dia tidak senang dengan cara kerja Bondi. Katanya Bondi kurang cepat dan kurang kuat saat mengurus beberapa kasus penting. Sekarang yang jadi pengganti sementara namanya Todd Blanche. Trump bilang Bondi tetap orang baik dan mungkin nanti dapat pekerjaan lain lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun pencopotan Pam Bondi menandai perubahan besar di Departemen Kehakiman, artikel ini menunjukkan adanya proses transisi yang tetap menghargai kontribusinya. Trump masih memberikan pujian terbuka terhadap kinerja Bondi dan bahkan mempertimbangkan posisi lain baginya, mencerminkan upaya menjaga hubungan profesional serta kesinambungan kepemimpinan melalui penunjukan sementara Todd Blanche.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mencopot Jaksa Agung Pam Bondi dari jabatannya di tengah meningkatnya ketegangan internal di Departemen Kehakiman. Keputusan ini disebut sudah dibicarakan Trump dengan sejumlah sekutu dalam beberapa hari terakhir.

Seorang sumber yang mengetahui situasi tersebut menyebutkan, posisi Bondi untuk sementara akan digantikan oleh Wakil Jaksa Agung Todd Blanche. Pergantian ini dilakukan di tengah ketidakpuasan Trump terhadap kinerja Bondi dalam sejumlah isu penting.

Dalam percakapan langsung yang terjadi pada Rabu, Trump disebut telah memberi sinyal kuat bahwa masa jabatan Bondi tidak akan berlangsung lama. Salah satu sumber menggambarkan percakapan itu sebagai keras.

Meski dicopot, Bondi disebut tidak sepenuhnya ditinggalkan. Ia disebut akan diberikan posisi lain di masa mendatang, bahkan sempat ditawari kemungkinan menjadi hakim setelah meninggalkan Departemen Kehakiman.

Di sisi lain, Trump secara terbuka tetap memberikan pernyataan positif terkait Bondi. “Jaksa Agung Pam Bondi adalah sosok yang luar biasa dan dia melakukan pekerjaan dengan baik,” kata Trump dalam sebuah pernyataan.

1. Kekecewaan Trump pada Pam Bondi

Presiden Donald Trump mengadakan konferensi pers bersama Jaksa Agung Pam Bondi dan Wakil Jaksa Agung Todd Blanche di Ruang Konferensi Pers James S. Brady pada hari Jumat, 27 Juni 2025. (commons.wikimedia.org/Foto resmi Gedung Putih oleh Abe McNatt)

Pencopotan Bondi tidak terjadi secara tiba-tiba. Sejumlah sumber menyebut Trump telah lama merasa frustrasi terhadap kinerjanya, terutama dalam menangani sejumlah isu sensitif.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah penanganan berkas kasus Jeffrey Epstein. Trump dan lingkarannya disebut tidak puas dengan cara Bondi mengelola informasi terkait kasus tersebut.

Selain itu, Trump juga disebut kecewa karena Bondi dianggap tidak cukup agresif dalam menyelidiki dan menuntut lawan-lawan politiknya. Hal ini menjadi salah satu faktor yang memperburuk hubungan keduanya.

Dalam beberapa kasus, Departemen Kehakiman memang sempat mengajukan dakwaan terhadap tokoh-tokoh seperti mantan Direktur FBI James Comey dan Jaksa Agung New York Letitia James. Namun, dakwaan tersebut gugur setelah hakim memutuskan jaksa yang menangani kasus itu tidak sah secara hukum.

Dilansir dari CNN, Kamis (2/4/2026), hal ini memperkuat persepsi di internal terkait upaya hukum yang diharapkan Trump tidak berjalan sesuai keinginannya.

2. Kasus Epstein dan tekanan politik

Donald Trump bersama Jeffrey Epstein dalam kasus Epstein Files. (AFP/Brendan Smialowski)

Penanganan kasus Jeffrey Epstein menjadi salah satu titik krusial yang memperlemah posisi Bondi. Pernyataannya dalam wawancara pada Februari 2025 sempat memicu kontroversi.

Saat itu, Bondi mengatakan daftar klien Epstein

sedang berada di meja saya untuk ditinjau. Namun, kemudian Departemen Kehakiman menyatakan tidak ada daftar tersebut, yang memicu kebingungan publik.

Belakangan, Bondi mengklarifikasi yang dimaksud adalah keseluruhan dokumen terkait kasus Epstein, seperti catatan penerbangan, bukan daftar klien spesifik.

Di tengah polemik tersebut, Bondi juga menghadapi tekanan dari Kongres. Ia dijadwalkan untuk memberikan kesaksian terkait kasus Epstein setelah menerima panggilan dari House Oversight Committee.

Ketika sebelumnya hadir secara sukarela pada pertengahan Maret, anggota legislatif dari Partai Demokrat sempat meninggalkan ruangan dalam waktu singkat. Sementara itu, Ketua Komite dari Partai Republik, James Comer, mengatakan, “Saya pribadi tidak melihat alasan baginya untuk melakukan deposisi.”

3. Pengganti sementara Pam Bon, siapa dia?

Presiden Donald Trump mengadakan konferensi pers bersama Jaksa Agung Pam Bondi dan Wakil Jaksa Agung Todd Blanche di Ruang Konferensi Pers James S. Brady pada hari Jumat, 27 Juni 2025. (Molly Riley, The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)

Untuk sementara, posisi Jaksa Agung akan diisi oleh Wakil Jaksa Agung Todd Blanche. Namun, langkah ini dinilai hanya bersifat sementara sambil menunggu keputusan permanen dari Trump.

Sejumlah nama mulai mencuat sebagai kandidat pengganti, termasuk Administrator Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) Lee Zeldin. Nama Zeldin sebelumnya juga sempat dipertimbangkan pada awal tahun.

Pembahasan mengenai kemungkinan pergantian ini kembali menguat dalam beberapa hari terakhir, terutama setelah isu Epstein kembali menjadi perhatian publik.

Di sisi lain, Bondi sendiri disebut sempat mempertanyakan posisinya kepada orang-orang terdekatnya. Hal ini menunjukkan ketidakpastian yang ia rasakan terkait dukungan dari presiden.

Dalam beberapa pekan terakhir, Bondi justru terlihat semakin sering berada di dekat Trump, termasuk menghadiri sidang Mahkamah Agung bersama presiden. Langkah ini berbeda dengan pendekatan sejumlah pejabat di masa lalu yang justru menjaga jarak saat hubungan dengan presiden memburuk.

Editorial Team