Presiden AS, Donald Trump (The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)
Pada wartawan di Pangkalan Gabungan Andrews, Trump mengakui bahwa dirinya tidak menyukai Paus Leo. Ia menuduh Paus bermain-main dengan negara yang ingin memiliki senjata nuklir untuk menghancurkan dunia.
Selain itu, Trump juga mengeklaim bahwa Paus Leo terpilih hanya karena dia adalah orang Amerika. Menurut Trump, Vatikan sengaja memilih Paus Leo untuk menghadapi pemerintahannya. Trump juga merasa geram karena Paus terus mengkritik kebijakan luar negerinya. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak menyukai Paus yang mengkritik presiden karena ia hanya menjalankan tugas sesuai dengan mandat warga AS.
"Paus Leo lemah dalam kejahatan, lemah dalam senjata nuklir, tidak cocok dengan saya, begitu pula dengan fakta bahwa ia bertemu dengan simpatisan Obama seperti David Axelrod, seorang pecundang dari sayap kiri, yang merupakan salah satu dari mereka yang menginginkan para pengunjung gereja dan pendeta ditangkap," tulis Trump di Truth Social, dilansir CNBC.