Paus Leo Ajak Miliarder Monako Bantu Kaum Miskin di Dunia

- Paus Leo XIV melakukan kunjungan bersejarah ke Monako, disambut Pangeran Albert II, untuk memperkuat diplomasi Vatikan dan menyerukan solidaritas sosial di tengah kemewahan negara tersebut.
- Dalam pidatonya, Paus menegaskan tanggung jawab moral kaum elite Monako agar kekayaan digunakan demi keadilan sosial dan membantu kaum miskin melalui aksi nyata serta kebijakan ekonomi inklusif.
- Paus memuji komitmen Monako menjaga ajaran Katolik, menghargai sikap moral Pangeran Albert II, serta membahas kerja sama lingkungan dan bantuan kemanusiaan bagi komunitas Kristen di Timur Tengah.
Jakarta, IDN Times - Paus Leo XIV melakukan kunjungan apostolik bersejarah ke Kepangeranan Monako pada Sabtu (28/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik ini membawa pesan kemanusiaan bagi warga di salah satu negara terkaya di dunia tersebut. Tiba menggunakan helikopter dari Vatikan, Paus dijadwalkan menjalani serangkaian pertemuan diplomatik dan keagamaan yang berfokus pada solidaritas sosial.
Kunjungan selama sembilan jam ini merupakan kehadiran pertama seorang Paus di Monako dalam hampir lima abad terakhir. Di tengah kemewahan negara tersebut, Paus Leo XIV mendorong masyarakat setempat untuk berbagi kekayaan dengan kaum miskin serta mengingatkan tanggung jawab moral yang menyertai setiap kemakmuran finansial.
1. Pangeran Albert II sambut kedatangan Paus Leo XIV di Monako
Paus Leo XIV mendarat di helipad Monako pada pukul 09.03 waktu setempat. Kedatangannya disambut resmi oleh Pangeran Albert II dan Putri Charlene melalui upacara kenegaraan yang diiringi 21 dentuman meriam. Kunjungan ini adalah yang pertama sejak tahun 1538, sekaligus menjadi langkah Vatikan memperkuat diplomasi dengan negara beridentitas Katolik di tengah arus sekularisasi global. Pangeran Albert II menyatakan bahwa kehadiran Paus menegaskan posisi penting Monako dalam dunia Katolik dan menjadi sarana promosi perdamaian melalui solidaritas.
Usai penyambutan di istana, Paus menyapa warga dan wisatawan menggunakan popemobile terbuka. Meski kerumunan tidak sepadat di negara lain, antusiasme warga terlihat dari dekorasi keagamaan yang menghiasi sudut kota. Juru bicara Vatikan, Matteo Bruni, menjelaskan bahwa kunjungan ini adalah momen bagi Paus untuk menyampaikan pesan kepada Eropa bahwa negara kecil pun memiliki peran penting dalam meredakan ketegangan global dan krisis kemanusiaan.
2. Paus ingatkan kelompok elite Monako untuk membantu sesama
Dalam pidatonya di hadapan keluarga kerajaan Grimaldi dan tokoh masyarakat, Paus Leo XIV menegaskan bahwa kekayaan yang terkonsentrasi di Monako harus digunakan untuk keadilan. Ia menekankan bahwa setiap kelebihan yang dimiliki manusia memiliki tujuan universal, yakni untuk meningkatkan kualitas hidup bersama, bukan sekadar disimpan demi kepentingan pribadi.
"Bagi Tuhan, tidak ada pemberian yang sia-sia. Setiap kebaikan yang kita terima sejatinya bukan untuk disimpan sendiri, melainkan harus dibagikan agar hidup semua orang menjadi lebih baik," ujar Paus Leo XIV, dilansir Fine Day Radio.
Paus juga mengkritik adanya "struktur dosa" yang memperlebar jurang pemisah antara kelompok kaya dan mereka yang terpinggirkan. Ia mendorong masyarakat Monako, sebagai pemilik rasio miliarder tertinggi di dunia, untuk melawan ketidakadilan melalui aksi amal nyata dan kebijakan ekonomi yang inklusif. Paus mengingatkan agar kemakmuran dikelola dengan rendah hati, karena kaum kecil seringkali memiliki peran penting dalam sejarah keselamatan manusia.
3. Paus puji keteguhan Monako dalam menjaga ajaran Katolik
Paus Leo XIV mengapresiasi komitmen Monako dalam mempertahankan ajaran Gereja Katolik. Ia memuji kebijakan Pangeran Albert II yang tetap melarang legalisasi aborsi demi menjaga kesucian hidup, yang dinilai sebagai keberanian moral di tengah tekanan budaya sekuler.
Sebagai bentuk penghargaan, Paus memberikan hadiah mosaik Santo Fransiskus dari Assisi kepada Pangeran Albert. Karya seni tersebut menjadi simbol sosok yang melepaskan kekayaan demi melayani orang miskin.
Selain isu moral, pertemuan tersebut juga membahas kerja sama perlindungan lingkungan dan bantuan kemanusiaan bagi komunitas Kristen di Timur Tengah melalui Yayasan Aliph. Kehadiran Paus di negara terkecil kedua di dunia ini diharapkan mampu mengubah pusat keuangan global tersebut menjadi pusat penggerak solidaritas.


















