Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengancam akan memperluas serangan udara negaranya ke Iran pada pekan depan apabila Teheran tetap menolak berunding. Dalam wawancara dengan Fox News pada Selasa (14/7/2026), Trump menyebut sasaran berikutnya adalah infrastruktur sipil yang dinilai vital. Selain itu, ia juga menyatakan operasi militer AS akan terus berlanjut hingga dirinya merasa cukup.
“Minggu depan akan menjadi sangat buruk bagi mereka karena minggu depan datang pembangkit listrik. Minggu depan datang jembatan-jembatan,” ujar Trump, dikutip NDTV.
Trump juga mengatakan AS akan menghancurkan seluruh pembangkit listrik dan jembatan di Iran jika negara tersebut tak datang ke meja perundingan. Dilansir The Guardian, Trump pernah menyampaikan ancaman serupa pada Maret untuk melumpuhkan fasilitas air bersih dan stasiun listrik Iran. Laporan itu juga menyebut perusakan infrastruktur sipil berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang menurut hukum humaniter internasional.
