Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Trump Sebut Tak Akan Terjunkan Personel Militer AS ke Kuba
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Gage Skidmore from Peoria, AZ, United States of America, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)
  • Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak akan menggelar operasi militer di Kuba dan menargetkan kesepakatan untuk membuka Kuba bagi rakyat AS.
  • Washington berencana menambah personel di Komando Selatan AS, termasuk unit logistik dan batalion teknisi, meski rincian pengerahan belum diungkapkan.
  • Kuba bersedia melanjutkan dialog tanpa intervensi atau syarat, tetapi negosiasi mandek di tengah tekanan AS dan aksi walkout delegasi Kuba di PBB.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan bahwa tidak akan ada operasi militer ke Kuba pada Sabtu (26/9/2026). Menurutnya, AS akan mencapai kesepakatan dengan Kuba tanpa perlu menerjunkan militer. 

“Saya mengatakan bahwa Kuba dan AS akan mencapai kesepakatan. Saya pikir tidak perlu adanya aksi militer di Kuba. Kuba sudah jatuh. Kami akan membantu Kuba dan kami ingin membuka Kuba kepada rakyat kami,” terangnya, dikutip dari USA Today.

Beberapa bulan terakhir, hubungan AS dan Kuba terus memanas. Ketegangan ditimbulkan penekanan dan sanksi Washington kepada Havana. 

1. AS pertimbangkan tambahkan personel militer

ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cristina_glebova)

Pada saat yang sama, Washington berencana menambah personel militer di Komando Militer Selatan AS. Nantinya, akan ada enam tipe formasi yang berada di bawah otoritas Komando Militer Selatan AS. 

Dilansir CBS News, unit yang diterjunkan adalah yang pasukan khusus dalam mengoordinir logistik, seperti transportasi, perawatan, bahan bakar minyak (BBM), dan suplai lainnya. Selain itu, akan ada batalion khusus teknisi. 

Namun, pihak Komando Selatan AS menolak detail soal rencana tersebut. Mereka akan berkoordinasi dengan pasukan gabungan dan menilai potensi rekrutmen tentara baru. 

2. Kuba akan lanjutkan dialog dengan AS

ilustrasi bendera Kuba (Pexels/El gringo photo)

Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez mengatakan bahwa Kuba bersedia melanjutkan negosiasi dengan AS. Menurutnya, saluran komunikasi antara kedua negara tetap harus ada, tapi tanpa adanya intervensi atau syarat tertentu. 

Dilansir Democrata, Havana akan terus mencari solusi terbaik dalam meredam perbedaaan dengan Washington. Ia memperingatkan bahwa AS harus memandang Kuba dengan hormat dan setara sesuai dengan hukum internasional. 

3. Delegasi Kuba walkout saat Trump berpidato

tampak luar Kantor Pusat PBB di New York, Amerika Serikat (unsplash.com/nhuenerfuerst)

Pekan ini, delegasi Kuba di Majelis Umum PBB memilih walkout atau meninggalkan ruangan saat Trump berpidato. Mereka menolak pernyataan Trump yang mendorong pembebasan dan perubahan situasi di negara Karibia tersebut. 

Dilansir The Hill, negosiasi antara AS dan Kuba dipimpin oleh Menlu AS, Marco Rubio. Akan tetapi, dialog antara kedua negara mengalami jalan buntu imbas tekanan terus menerus dari Trump terhadap entitas afiliasi rezim komunis Kuba.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article