Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

AS Jatuhkan Sanksi kepada Tiga Pejabat dan 9 Entitas Kuba

AS Jatuhkan Sanksi kepada Tiga Pejabat dan 9 Entitas Kuba
ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cristina_glebova)
  • AS menjatuhkan sanksi kepada tiga pejabat ICAP dan sembilan entitas Kuba, termasuk Kementerian Konstruksi, sebagai bagian tekanan maksimum untuk mengubah rezim Havana.
  • Marco Rubio menuduh entitas Kuba mendukung aparat otoriter, membiayai infiltrasi, korupsi, dan radikalisme; Washington menyatakan langkah itu menargetkan aktivitas rezim di Amerika.
  • Menlu Bruno Rodriguez menilai sanksi menghambat pemenuhan kebutuhan dasar, sementara Presiden Miguel Diaz-Canel menegaskan Kuba akan bertahan di tengah blokade minyak AS dan krisis energi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS), Marco Rubio menetapkan 3 pejabat Kuba dari Cuban Institute of Friendship with the Peoples (ICAP) dan 9 entitas di negara Karibia tersebut pada Jumat (21/8/2026). Langkah ini bagian dari tekanan maksimum AS untuk mengubah rezim Kuba. 

Beberapa bulan terakhir, Washington sudah menetapkan serangkaian sanksi kepada pejabat di negara Karibia tersebut. Sebelumnya, AS juga sudah meningkatkan blokade bahan bakar minyak (BBM) di Kuba yang berujung pada krisis energi. 

  1. 1. Sebut akan mampu hentikan kejahatan rezim Kuba

    ilustrasi bendera Kuba
    ilustrasi bendera Kuba (unsplash.com/limamauro23)

    Rubio mengatakan bahwa penetapan sanksi baru ini, termasuk kepada Kementerian Konstruksi Kuba ini akan melengkapi sanksi dari AS. Inisiatif ini untuk menghentikan aktivitas jahat dari rezim Kuba di seluruh Benua Amerika. 

    Dilansir EFE, Menlu AS itu menyebut, rezim Kuba sudah membentuk entitas yang ditujukan untuk menginfiltrasi warga Amerika, pihak korup, dan mendorong radikalisme. Menurutnya, sembilan entitas tersebut sudah mendukung dan membiayai aparat dari rezim otoriter Havana.  

  2. 2. Menlu Kuba menolak sanksi baru dari AS

    suasana di Havana, Kuba (unsplash.com/alexanderkunze)
    suasana di Havana, Kuba (unsplash.com/alexanderkunze)

    Menlu Kuba, Bruno Rodriguez menuding Rubio sengaja mencegah pemerintah Kuba untuk menjamin kebutuhan dasar warganya. Menurutnya, sanksi ini akan membuat Kuba tidak dapat menyediakan transportasi barang untuk mengirim makanan, obat, alat medis, dan lainnya. 

    Rodriguez menggambarkan bahwa sanksi ini adalah sebuah obsesi yang gagal terhadap Kuba. Ia pun membela ICAP yang sudah berdiri lebih dari 6 dekade dan mendukung persahabatan, solidaritas internasional, keadilan, dan perdamaian. 

  3. 3. Presiden Kuba yakin negaranya akan menang di tengah blokade AS

    Presiden Kuba, Miguel Diaz Canel.
    Presiden Kuba, Miguel Diaz Canel. (Duma.gov.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

    Pada saat yang sama, Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel mengatakan bahwa Kuba akan menang di tengah blokade AS. Menurutnya, Washington terus mendorong kebijakan blokade genosida kepada Kuba.  

    Dilansir Democrata, hingga kini, AS masih mempertahankan blokade minyak mentah ke Kuba. Blokade tersebut sudah mengakibatkan krisis ekonomi dan kemanusiaan terburuk di negara kepulauan tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More