Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Trump Tegaskan Tak Akan Serang Iran Sebelum Pemilu Sela 3 November

3 min read
Trump Tegaskan Tak Akan Serang Iran Sebelum Pemilu Sela 3 November
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. (Gage Skidmore from Peoria, AZ, United States of America, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)
  • Donald Trump menyatakan AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu sela 3 November, sambil menyebut diskusi dengan Teheran berlangsung produktif.
  • Washington mempertahankan blokade pelabuhan Iran dan menjatuhkan sanksi pada 17 kapal, sementara Pentagon telah memperkuat kehadiran militer di Teluk Persia.
  • Iran meninjau respons AS atas rencana pembukaan Selat Hormuz selama tujuh hari; negosiasi melalui mediator berlanjut dan harga minyak turun saat kekhawatiran pasokan mereda.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menegaskan bahwa Washington tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan umum sela pada 3 November. Pada Kamis (8/10/2026), Trump mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan diskusi yang produktif dengan Teheran.

Komentar Trump muncul usai berbagai laporan media merinci rencana terkait kemungkinan serangan baru AS terhadap Iran sebelum pemilihan umum bulan depan. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Gedung Putih telah meminta Pentagon untuk menyiapkan sejumlah opsi, dilansir Al Jazeera.

Pada bulan lalu, Pentagon mengerahkan sebuah kapal induk tambahan serta 10 ribu personel angkatan laut dan marinir ke Teluk Persia. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kehadiran dua kapal induk di kawasan tersebut dan memberikan lebih banyak opsi bagi AS jika Trump memutuskan untuk melancarkan serangan baru terhadap Iran.

  1. 1. Trump tegaskan blokade AS terhadap Iran tetap berlaku sepenuhnya

    ilustrasi konflik AS dan Iran
    ilustrasi konflik AS dan Iran (unsplash.com/Saifee Art)

    Trump menegaskan bahwa rencananya untuk memberikan tekanan ekonomi terhadap Iran akan terus berlanjut. Pemimpin Negeri Paman Sam itu mengungkapkan bahwa blokade terhadap sejumlah pelabuhan Teheran akan tetap berlaku sepenuhnya.

    Dilaporkan oleh CNN, Departemen Keuangan AS pada Kamis mengumumkan sanksi tambahan terhadap Iran yang menyasar 17 kapal. Para pejabat Washington menduga kapal-kapal tersebut merupakan bagian dari armada bayangan yang digunakan Teheran untuk mengirimkan minyaknya ke berbagai penjuru dunia.

    Sebelumnya pada Selasa, Wakil Presiden AS, JD Vance, mengatakan bahwa Iran harus melakukan pengurangan signifikan terhadap kapasitas pengayaan uraniumnya untuk mengakhiri perang. Para ahli menilai tuntutan tersebut mengisyaratkan pelunakan sikap Washington dibandingkan desakan sebelumnya untuk menghentikan total pengayaan tersebut.

  2. 2. Trump sebut perang AS-Iran akan berakhir setelah pemilu sela

    Presiden AS, Donald Trump
    Presiden AS, Donald Trump. (The White House from Washington, DC, Public domain, via Wikimedia Commons)

    Belum jelas apakah Trump akan mempertimbangkan serangan terhadap Iran setelah pemilihan umum. Pada bulan lalu, pemimpin AS itu mengatakan bahwa perang dengan Teheran akan berakhir segera setelah pemilihan umum. Trump menyalahkan kepemimpinan Negara Teluk itu yang dianggap berupaya memperpanjang konflik demi merugikan posisinya secara politik.

    Perang AS-Iran telah menyebabkan lonjakan harga energi yang mengancam kondisi ekonomi. Hal ini membawa tingkat kepuasan terhadap Trump terkait kebijakan luar negerinya mencapai angka terendah dalam sejarah menurut jajak pendapat CNN pada bulan lalu. 70 persen responden mengakui keputusan-keputusan Trump berdampak buruk bagi kepentingan AS.

    Selain itu, anggota Partai Republik yang terlibat dalam persaingan ketat pemilihan Senat semakin gencar menyerukan diakhirinya konflik tersebut. Senator dari Ohio, Jon Husted, mengatakan bahwa perang harus segera diakhiri untuk mencegah kenaikan harga bahan bakar, dikutip dari Politico.

  3. 3. Iran sedang meninjau pembukaan kembali Selat Hormuz

    Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi
    Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. (Tasnim News Agency, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

    Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa Teheran sedang meninjau tanggapan AS terhadap rencana tujuh hari untuk membuka kembali Selat Hormuz. Araghchi menambahkan bahwa negosiasi masih terus berlangsung melalui pihak penengah. Dia memperkirakan pihaknya akan memberikan tanggapan dalam beberapa hari ke depan.

    Sebelumnya pada Senin, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengatakan bahwa negosiasi dengan Washington adalah hal yang sia-sia. Pezeshkian menuduh AS memanfaatkan negosiasi tersebut untuk menyerang negaranya.

    Harga minyak dilaporkan turun pada Jumat pagi seiring meredanya kekhawatiran mengenai pasokan dari Timur Tengah. Kemungkinan pecahnya kembali konflik sempat memicu kenaikan harga minyak dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah analis meyakini bahwa komentar Trump pada Kamis merupakan upaya untuk menurunkan kembali harga minyak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More