Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Trump Tuding China Buat Dirinya Kalah di Pemilu AS 2020
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (whitehouse.gov/Shealeah Craighead via commons.wikimedia.org/Shealeah Craighead)
  • Donald Trump menuduh China mengintervensi pemilu AS 2020 dan menyebut hal itu sebagai penyebab kekalahannya dari Joe Biden.
  • Pemerintah China membantah tuduhan tersebut, sementara hasil investigasi CIA menegaskan tidak ada bukti intervensi asing dalam pemilu AS.
  • Senator Demokrat Mark Warner mendukung temuan CIA dan menegaskan kekalahan Trump murni hasil suara rakyat tanpa campur tangan pihak luar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menuduh China telah mengintervensi pemilihan umum (pemilu) Presiden AS 2020. Tuduhan itu disampaikan Trump saat dirinya membeberkan informasi dari Biro Intelijen AS (CIA) soal pemilu AS 2020 kepada awak media pada Kamis (16/7/2026).

Dalam pernyataannya, Trump mengatakan bahwa intervensi China pada pemilu AS 2020 telah membuatnya kalah oleh kandidat dari Partai Demokrat, Joe Biden. Inilah yang akhirnya membuat Trump ketika itu gagal mengamankan kursi Presiden AS untuk periode ke-2. Trump menyebut adanya intervensi Beijing menunjukkan bahwa sistem pemilu AS sangat rentan.

1. China membantah tudahan Trump

potret bendera China (pexels.com/aboodi vesakaran)

Semua tuduhan tadi langsung dibantah oleh China. Juru Bicara Kedutaan Besar China di AS, Liu Chang, mengatakan, negaranya sama sekali tidak pernah mengintervensi pemilu negara mana pun, termasuk pemilu di Negeri Paman Sam. 

"China tidak pernah dan tidak akan pernah ikut campur dalam pemilihan presiden AS," tegas Chang, seperti dilansir CNA

Tuduhan Trump tadi sebetulnya juga bertentangan dengan temuan CIA. Sebetulnya, CIA sudah melakukan investigasi mendalam soal tuduhan intervensi China pada pemilu AS 2020. Namun, hasil investigasi membuktikan bahwa Negeri Tirai Bambu sama sekali tidak mencampuri hasil pemilu AS sehingga membuat Trump kalah dari Biden.

2. CIA menyebut sistem pemilu AS sulit diintervensi pihak mana pun

ilustrasi pemilu (pexels.com/Edmond Dantes)

Dalam dokumen hasil investigasinya, CIA mengatakan bahwa intervensi asing terhadap hasil pemilu sangat tidak mungkin. Sebab, sistem pemilu AS sudah sangat aman sehingga sulit diganggu gugat oleh pihak mana pun. Temuan ini tentu bertentangan dengan pernyataan Trump yang mengatakan bahwa sistem pemilu AS sangat rentan. 

"Kami menilai bahwa sistem penghitungan suara akan sulit dimanipulasi dalam skala yang cukup luas untuk mengkompromikan hasil pemilihan," jelas CIA.

CIA menambahkan, pada pemilu 2020, mereka juga tidak menemukan intensi China untuk mengintervensi hasil pemilu AS. Sebab, hal tersebut tidak akan ada manfaatnya jika dilakukan.   

3. Senator AS dari Partai Demokrat juga membantah tuduhan Trump

Senator Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Mark Warner, sedang berbicara kepada pegawai United States Agency for International Development (USAID) pada 5 Februari 2025. (flickr.com/Senator Mark Warner via commons.wikimedia.org/Senator Mark Warner)

Dalam kesempatan lain, Senator AS dari Partai Demokrat, Mark Warner, juga membantah tuduhan Trump soal intervensi China pada pemilu AS 2020. Warner sepakat dengan hasil investigasi intelijen AS bahwa Beijing sama sekali tidak mencampuri pemilu di negaranya. 

Soal kekalahan Trump atas Biden, itu murni hasil voting yang dilakukan oleh warga AS selama proses pemilu berlangsung. Jadi, kekalahan Trump pada 2020 bukan disebabkan oleh China, melainkan oleh mekanisme alami pemilu, di mana jumlah suara Trump ketika itu berada di bawah jumlah suara Biden. 

"Pernyataan mengejutkan Trump yang mengejutkan tentang China sama sekali tidak benar. Faktanya adalah badan-badan intelijen kita sepakat bahwa China bahkan tidak mencoba mengubah satu suara pun dalam pemilihan 2020," kata Warner dilansir Jerusalem Post.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article