Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kapal Induk USS Abraham Lincoln: Tujuh Personel Tewas dalam Bentrokan
Kapal induk USS Abraham Lincoln (Photographer's Mate 3rd Class Jordon R. Beesley, public domain, via Wikimedia Commons)
  • Tujuh personel AL AS tewas dan beberapa terluka dalam bentrokan bersenjata tajam di USS Abraham Lincoln, setelah penasihat CENTCOM disoraki dan dilempari botol saat meredam keluhan awak.
  • Sekitar 5.000 pelaut dan Marinir frustrasi atas penugasan panjang, porsi makan terbatas, binatu rusak, serta jamur di kamar mandi; keluarga menuntut kepastian jadwal kepulangan.
  • USS Abraham Lincoln telah beroperasi 263 hari, termasuk 208 hari beruntun di laut untuk blokade terhadap Iran; insiden ini menyusul kebakaran USS Gerald R. Ford yang melukai 200 personel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Tujuh personel Angkatan Laut Amerika Serikat (AL AS) tewas dan beberapa lainnya terluka dalam bentrokan berdarah di kapal induk USS Abraham Lincoln. Insiden tragis ini terjadi setelah kapal tersebut menjalankan misi militer terhadap Iran selama berbulan-bulan, yang memicu tekanan berat serta ketidakpuasan di antara para awak.

Ketegangan makin memuncak saat penasihat Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM) Brad Cooper naik ke kapal untuk meredam keluhan awak dan aksi protes keluarga mereka. Menurut laporan Mehr News Agency, penasihat tersebut justru disoraki dan dilempari botol air oleh sejumlah personel sebelum akhirnya situasi pecah menjadi perkelahian yang melibatkan senjata tajam.

1. USS Abraham Lincoln beroperasi 263 hari di laut

Kapal induk USS Abraham Lincoln (U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 3rd Class Clint Davis, public domain, via Wikimedia Commons)

Kondisi di atas kapal induk USS Abraham Lincoln dilaporkan masih diselimuti ketegangan usai bentrokan maut tersebut. Kapal perang ini tercatat telah ditempatkan selama 263 hari dan kini beroperasi di Samudra Hindia untuk menjalankan tugas blokade laut terhadap Iran.

Masa penugasan selama 208 hari secara beruntun di laut ini menjadi rekor penempatan rekor terpanjang kapal induk AS di era modern. Catatan waktu tersebut hanya diselingi oleh satu kali singgah singkat di Oman pada Juli lalu.

2. Pelaut keluhkan porsi makan hingga fasilitas rusak

Kapal induk Angkatan Laut USS Gerald R. Ford (CVN-78) mengukus Samudra Atlantik selama simulasi transit selat dengan Gerald R. Ford Carrier Strike Group (GRFCSG) di Samudra Atlantik, 9 Oktober 2022. (S. Navy photo by Mass Communication Specialist 2nd Class Jackson Adkins, Public domain, via Wikimedia Commona)

Bentrokan antar-awak ini dipicu oleh akumulasi rasa frustrasi dari sekitar 5 ribu pelaut dan Marinir atas buruknya kondisi hidup di atas kapal. Dilansir Press TV, para awak mengeluhkan pemangkasan porsi makan menjadi setengah cangkir nasi dan dua potong daging, fasilitas binatu yang mati total selama dua minggu, hingga merebaknya infeksi jamur akibat area kamar mandi yang berjamur.

Kondisi fisik dan kesehatan mental para prajurit pun memicu kekhawatiran besar dari pihak keluarga di rumah. Merujuk laporan Tasnim News Agency, sekitar 200 kerabat mendatangi Pelaksana Tugas Menteri Angkatan Laut Hung Cao di San Diego pada Kamis lalu demi menuntut kepastian jadwal kepulangan awak.

3. Rentetan insiden kelam kapal induk AS

Kapal induk USS Nimitz (CVN-68) (United States Navy, Public domain, via Wikimedia Commons)

Tragedi berdarah di USS Abraham Lincoln menambah panjang daftar insiden serius yang menimpa armada kapal induk militer AS dalam kurun waktu berdekatan. Pada 12 Maret 2026, kebakaran besar sempat membakar area hunian USS Gerald R. Ford yang menampung 600 awak dan mengakibatkan 200 personel luka-luka.

Ratusan korban luka saat itu langsung dievakuasi ke pangkalan angkatan laut di Pulau Kreta, Yunani. Usai insiden tersebut, USS Gerald R. Ford terpaksa ditarik kembali ke wilayah AS.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article