Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (Orhan Erkılıç, Public domain, via Wikimedia Commons)
Menanggapi langkah Ankara, pemerintah Israel menuduh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersikap antisemit dan berupaya menciptakan ketidakstabilan di kawasan. Sementara itu, kantor kepresidenan Turki mengecam balik taktik politik Israel yang dianggap berusaha menggambarkan Turki sebagai ancaman baru di kawasan.
"Upaya menyedihkan Erdogan untuk mengintimidasi para pemimpin dan tentara Israel, satu-satunya negara demokrasi sejati di Timur Tengah, tidak akan berhasil," kata Kantor PM Israel, dilansir The Times of Israel.
Hubungan diplomatik antara Ankara dan Yerusalem sendiri telah mengalami penurunan sejak Oktober 2023. Pemerintah Turki sebelumnya telah menghentikan seluruh hubungan dagang bilateral dan menyetop penerbangan langsung antara kedua negara.
Ketegangan kini kian memanas menyusul serangan udara terbaru yang dilancarkan Israel ke pangkalan militer di barat laut Suriah. Israel berdalih serangan tersebut dilakukan untuk mencegah pengerahan tentara Turki, meski klaim penempatan pasukan tersebut telah dibantah oleh Damaskus dan Ankara.