Jakarta, IDN Times - Turki menyerukan penghentian sementara serangan militer Rusia dan Ukraina di Laut Hitam pada Sabtu (8/8/2026). Ankara menilai jeda pertempuran diperlukan untuk mengurangi risiko terhadap pelayaran komersial dan menjaga keamanan navigasi di kawasan tersebut.
Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, mengatakan pemerintahnya mendorong pembentukan mekanisme komunikasi untuk membahas moratorium tersebut. Ankara juga telah meneruskan proposal yang sebelumnya disampaikan Ukraina kepada pemerintah Rusia dan kini menunggu tanggapan Moskow.
