Jakarta, IDN Times - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Jumat (30/10/2026) menyetujui kemungkinan penjualan 500 rudal Patriot PAC-3 Missile Segment Enhancement dan peralatan terkait kepada Ukraina. Penjualan senjata dengan nilai perkiraan 2,1 miliar dolar AS atau setara Rp38,09 triliun tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan udara serta rudal terpadu Ukraina dalam menghadapi ancaman saat ini dan masa depan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyambut baik keputusan Departemen Luar Negeri AS tersebut, tetapi memperingatkan bahwa pengiriman rudal dapat memakan waktu bertahun-tahun. Menurut dia, Ukraina membutuhkan stok pencegat saat ini untuk menangkal serangan rudal balistik militer Rusia yang menargetkan infrastruktur energi setiap hari.
