Jakarta, IDN Times - Pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov, mengatakan bahwa korban tewas dalam serangan drone di Sekolah Tinggi Pasukan Khusus Rusia (Spetsnaz) hanya tawanan Ukraina. Ia pun menuding serangan tersebut dilancarkan oleh militer Ukraina.
Pada Senin (28/10/2024), serangan drone mengenai bangunan Sekolah Tinggi Spetsnaz di Gudermes, Republik Chechnya. Akademi tersebut diketahui menjadi tempat pendidikan dan rekrutmen Batalion Akhmat yang dipimpin oleh sekutu terdekat Kadyrov, Apti Alaudinov.
