Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ukraina Tawarkan Gencatan Senjata Energi kepada Rusia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. (President Of Ukraine from Україна, Public domain, via Wikimedia Commons)
  • Presiden Zelenskyy menawarkan gencatan senjata energi kepada Rusia dengan syarat kedua pihak menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi masing-masing.
  • Ukraina tetap melanjutkan proposal gencatan senjata saat Hari Paskah meski belum mendapat tanggapan jelas dari Moskow.
  • Pada Maret, Ukraina mencatat keunggulan dalam jumlah serangan drone jarak jauh dibandingkan Rusia sejak invasi besar dimulai tahun 2022.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengatakan siap untuk menghentikan serangan ke infrastruktur energi Rusia. Namun, dengan syarat, Rusia bersedia menghentikan serangan ke infrastruktur energi Ukraina. 

“Jika Rusia bersedia menghentikan serangan ke infrastruktur energi Ukraina. Kami siap untuk merespons mereka dengan langkah serupa,” ungkap Zelenskyy, dikutip dari United24, Selasa (7/4/2026). 

Sebelumnya, Zelenskyy mengusulkan gencatan senjata saat perayaan Hari Paskah di negaranya. Namun, Moskow menuding Kiev tidak serius dan tidak menjelaskan kapan gencatan senjata tersebut. 

1. Zelenskyy sebut Ukraina inginkan stabilitas dan perdamaian

Zelenskyy mengatakan bahwa Ukraina menginginkan stabilitas dan perdamaian di Eropa. Sebab, perdamaian akan menguntungkan semua pihak di seluruh dunia. 

“Tujuan kami jelas, kami membutuhkan stabilitas dan perdamaian di Eropa. Kami membutuhkan stabilitas dan perdamaian di Timur Tengah dan Teluk juga. Ini penting bagi stabilitas global dan tidak adanya gangguan pasar, energi, dan navigasi, dan pangan,” ungkapnya. 

Presiden Ukraina keenam itu menyebut semua pihak butuh keamanan. Menurutnya, akan ada perjanjian keamanan baru yang lebih menguntungkan dan memperkuat kedudukan Ukraina.

2. Ukraina akan lanjutkan proposal gencatan senjata saat Hari Paskah

Zelenskyy menyatakan, Ukraina tidak menarik diri dari proposal gencatan senjata saat Hari Paskah. Meskipun, tawaran tersebut tidak mendapatkan respons yang jelas dari Rusia. 

“Kami akan melihat respons mereka di media. Mereka sepertinya tidak mempersiapkan diri untuk ini. Saya tidak tahu seberapa serius respons mereka soal gencatan senjata ini. Namun, proposal kami untuk gencatan senjata tetap dilanjutkan,” katanya, dikutip RBC Ukraine.

3. Ukraina mampu ungguli serangan drone Rusia

Pada Maret, Ukraina mampu melancarkan serangan drone jarak jauh yang lebih banyak dibandingkan Rusia. Catatan ini menjadi yang pertama kali sejak dimulainya invasi skala besar Rusia ke Ukraina pada Februari 2022. 

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa sudah menembak jatuh 7.347 drone asal Ukraina pada Maret. Dengan ini, Ukraina meluncurkan 237 serangan drone sebanyak setiap harinya. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team