Ukraina Serang Area Tambang di Luhansk, 41 Pekerja Terjebak

- Ukraina menyerang area tambang Belorechenskaya di Luhansk yang dikuasai Rusia, menyebabkan 41 pekerja terjebak di bawah tanah akibat kerusakan gardu listrik.
- Petugas penyelamat telah diterjunkan membawa pasokan makanan dan air, sementara proses evakuasi diperkirakan memakan waktu lama untuk mengeluarkan para penambang.
- Serangan ini bagian dari upaya Ukraina merebut kembali Luhansk setelah beberapa pertemuan damai dengan Rusia dan AS gagal menghasilkan kesepakatan gencatan senjata.
Jakarta, IDN Times - Ukraina dilaporkan menyerang area pertambangan di Luhansk, salah satu negara bagian Ukraina yang kini dikuasai Rusia, pada Senin (6/4/2026) dini hari waktu setempat. Menurut pemerintah Rusia, serangan tersebut membuat 41 pekerja tambang terjebak di bawah tanah.
"Pada dini hari, angkatan bersenjata Ukraina menyerang wilayah tambang Belorechenskaya. Gardu listrik mengalami kerusakan. Pemadaman listrik darurat mengejutkan 41 pekerja tambang. Sekarang, mereka berada di bawah tanah," jelas seorang pejabat Rusia, Leonid Pasechnik, seperti dilansir Anadolu Agency.
1. Petugas telah diterjunkan untuk menyelamatkan para pekerja

Dalam pernyataannya, Pasechnik menjelaskan, petugas penyelamat kini sudah diterjunkan untuk mengevakuasi pekerja yang terjebak. Para petugas juga membawa persediaan makanan dan minuman untuk mereka.
Pasechnik mengatakan bahwa proses evakuasi akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Kendati begitu, ia berjanji akan segera menyelamatkan para pekerja yang masih terjebak.
"Mereka (petugas penyelamat) sudah dihubungi. Mereka memiliki pasokan air minum. Semua layanan yang diperlukan sedang mengambil langkah-langkah untuk menyelamatkan para penambang dan menghubungkan tambang ke pasokan listrik," jelas Pasechnik.
2. Ukraina ingin kembali merebut Negara Bagian Luhansk

Serangan ini merupakan salah satu upaya Ukraina untuk merebut kembali Negara Bagian Luhansk. Sebab, pada 1 April 2026 lalu, Rusia mengklaim telah berhasil mengambil alih seluruh wilayah Luhansk dari Ukraina.
“Unit-unit dari kelompok militer Barat telah menyelesaikan pembebasan Republik Rakyat Luhansk,” kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan dilansir Al Jazeera.
Selain Luhansk, Rusia juga mengklaim telah berhasil mengambil alih sejumlah desa yang ada di Negara Bagian Kharkiv dan Zaphorizia. Langkah ini merupakan salah satu upaya Rusia untuk menguasai seluruh wilayah Ukraina.
3. Ukraina sudah berupaya mengakhiri agresi militer Rusia

Untuk mengakhiri agresi militer Rusia, Ukraina sebetulnya sudah beberapa kali menggelar pertemuan trilateral dengan Rusia dan Amerika Serikat sebagai mediator. Namun, semua pertemuan itu berakhir nihil tanpa kesepakatan berarti.
Pertemuan pertama dan kedua dihelat di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada Januari dan awal Februari 2026 lalu. Namun, kedua pertemuan tersebut gagal menghasilkan kesepakatan gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina.
Meski begitu, Ukraina tidak menyerah. Mereka menggelar pertemuan ketiga di Jenewa, Swiss, pada 17 dan 18 Februari lalu. Sayangnya, pertemuan itu lagi-lagi gagal menghasilkan kesepakatan gencatan senjata.
Ukraina juga sudah menggelar pertemuan trilateral tahap ke-4 beberapa waktu lalu. Namun, pertemuan tersebut juga berakhir nihil tanpa kesepakatan berarti. Ini membuat konflik antara Rusia dan Ukraina jadi makin alot.



















