Rusia Serang Pasar di Ukraina, Lima Orang Tewas

- Militer Rusia menyerang pasar tertutup di Nikopol dengan drone FPV pada Sabtu pagi, menewaskan lima warga sipil dan melukai 25 orang saat warga sedang berbelanja.
- Serangan ganda menghantam lokasi yang sama ketika petugas penyelamat menolong korban, menyebabkan kebakaran besar dan kerusakan parah pada kios serta fasilitas umum di sekitar pasar.
- Insiden ini terjadi di tengah buntunya upaya damai, sementara Rusia meningkatkan serangan siang hari ke berbagai wilayah Ukraina menggunakan ratusan drone.
Jakarta, IDN Times - Militer Rusia melancarkan serangan drone ke sebuah pasar tertutup di Nikopol, wilayah Dnipropetrovsk, Ukraina timur, pada Sabtu (4/4/2026). Serangan ini terjadi saat warga sedang ramai berbelanja. Akibatnya, bangunan pasar hancur, lima orang tewas, dan 25 lainnya luka-luka.
Selama empat tahun invasi sejak awal 2022, Rusia biasanya menyerang pada malam hari untuk menghindari pertahanan udara Ukraina. Namun, belakangan ini mereka sengaja mengarahkan drone ke permukiman saat warga beraktivitas. Posisi Nikopol yang berada tepat di seberang Sungai Dnipro, membuat kota ini sangat mudah diserang artileri dan drone jarak dekat.
1. Drone hantam pasar Nikopol saat warga sedang belanja
Serangan di pusat perdagangan Nikopol terjadi tepat pukul 09.50 waktu setempat. Sejumlah drone jenis FPV milik Rusia menghantam area pasar yang sedang ramai. Ledakan pertama memicu kebakaran hebat dan meruntuhkan kios-kios pedagang, menyebabkan warga terluka akibat serpihan logam dan hantaman ledakan.
Situasi makin parah karena Rusia diduga menggunakan taktik serangan ganda (double tap). Serangan kedua menghantam lokasi yang sama saat petugas penyelamat dan warga sedang menolong para korban. Pihak hukum Ukraina menyebut tindakan ini sebagai pelanggaran berat aturan perang internasional.
"Ini adalah satu lagi kejahatan perang oleh Rusia. Mereka menyerang pasar di Nikopol menggunakan UAV pada Sabtu pagi, yang menyebabkan warga sipil yang tidak bersalah tewas dan terluka," demikian bunyi pernyataan Kantor Kejaksaan Agung Ukraina.
Tim investigasi kini sedang mendata kerusakan dan jenis amunisi yang digunakan. Sementara itu, petugas pemadam kebakaran terus bekerja di tengah ancaman serangan susulan. Kepala Administrasi Militer Wilayah Dnipropetrovsk, Oleksandr Hanzha, memastikan serangan ini memang menyasar pusat perbelanjaan warga.
"Korban luka akibat serangan drone di pasar Nikopol naik menjadi 25 orang. Delapan orang harus dirawat di rumah sakit, termasuk seorang remaja 14 tahun yang kondisinya sangat serius. Rusia juga merenggut nyawa lima warga sipil dalam serangan kejam ini," kata Oleksandr Hanzha, dilansir Pravda.
2. Lima orang meninggal dan puluhan lainnya luka-luka
Serangan ini menewaskan tiga wanita dan dua pria. Selain itu, 25 warga berusia antara 28 hingga 88 tahun mengalami luka-luka.
"Banyak warga berada di lokasi ledakan saat serangan terjadi. Awalnya tercatat lima orang tewas dan 19 luka-luka, mulai dari usia 28 hingga 88 tahun. Jumlah ini terus bertambah karena warga ada yang datang sendiri ke pusat kesehatan atau baru dievakuasi dari bawah reruntuhan," kata Kepolisian Nasional Ukraina, dilansir Times of India.
Selain memakan korban jiwa, serangan ini merusak fasilitas umum dan kendaraan warga, yang membuat kehidupan di tengah perang makin sulit. Petugas masih terus membersihkan puing-puing untuk memastikan tidak ada korban yang tertimbun.
3. Serangan meningkat saat upaya damai masih buntu
Pengamat militer menilai Rusia sengaja meningkatkan serangan siang hari untuk merusak ekonomi dan mengganggu hidup warga Ukraina. Di hari yang sama, Rusia meluncurkan lebih dari 280 drone ke berbagai wilayah Ukraina. Meski banyak yang ditembak jatuh, beberapa tetap menghantam rumah warga di Sumy dan Kharkiv.
"Inilah cara Moskow menanggapi usulan damai Paskah dari Ukraina, yaitu dengan menyerang warga di pasar secara brutal. Ini bukti mereka tidak tertarik pada perdamaian dan hanya ingin rakyat kami menderita," kata Andriy Sybiga, Menteri Luar Negeri Ukraina, dilansir TRT World.
Ukraina kini berusaha menawarkan kerja sama militer kepada negara-negara lain untuk melawan drone bunuh diri. Presiden Zelenskyy menegaskan pentingnya kehadiran utusan dari Amerika Serikat untuk melanjutkan pembicaraan damai.
"Utusan tersebut akan berusaha sekuat tenaga untuk datang ke Kiev guna memulai lagi perundingan. Kita harus mencari jalan lain agar perang ini berhenti memakan korban jiwa warga sipil seperti yang terjadi di Nikopol hari ini," kata Volodymyr Zelenskyy.


















