Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Usai Kesepakatan AS-Iran, Australia Longgarkan Perjalanan ke Timteng
Bendera Australia (unsplash.com/Amber Weir)
  • Pemerintah Australia menurunkan level imbauan perjalanan ke Bahrain, Israel, Kuwait, Qatar, dan UEA setelah gencatan senjata sementara antara AS dan Iran dinilai menstabilkan situasi keamanan kawasan.
  • Penurunan status peringatan membuat perlindungan asuransi perjalanan kembali berlaku bagi warga Australia yang bepergian atau transit di negara-negara Teluk, meningkatkan kepercayaan industri wisata.
  • Kebijakan ini diperkirakan membantu pemulihan maskapai Timur Tengah yang terdampak konflik, seiring turunnya harga bahan bakar jet dan meningkatnya kembali arus penumpang internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Australia menurunkan tingkat imbauan perjalanan ke lima negara di Timur Tengah setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran. Kebijakan tersebut diumumkan pada Rabu (17/6/2026) sebagai respons terhadap perkembangan situasi keamanan di kawasan.

Negara yang mendapat penyesuaian status adalah Bahrain, Israel, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA). Meski tingkat peringatan diturunkan, pemerintah Australia menegaskan bahwa kondisi keamanan di Timur Tengah masih dapat berubah dengan cepat.

1. Penurunan status peringatan ke tingkat tiga

Otoritas Australia menurunkan peringatan perjalanan untuk Bahrain, Israel, Kuwait, Qatar, dan UEA dari level empat menjadi level tiga. Level empat berarti warga negara Australia disarankan untuk tidak melakukan perjalanan ke negara-negara tersebut.

Penyesuaian dilakukan setelah pemerintah menilai situasi keamanan di kawasan menunjukkan perbaikan pasca-kesepakatan antara AS dan Iran. Namun, Canberra tetap mengingatkan warganya agar berhati-hati dan mengikuti perkembangan terbaru sebelum bepergian.

Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah melalui penilaian menyeluruh terhadap kondisi keamanan di masing-masing negara.

"Meskipun situasi keamanan di seluruh Timur Tengah dapat memburuk dengan cepat dengan sedikit peringatan, pemerintah telah menilai kondisi saat ini di Bahrain, Israel, Kuwait, Qatar, dan UEA layak untuk dipindahkan ke tingkat yang lebih rendah," kata Wong, dikutip dari Al-Monitor.

2. Asuransi perjalanan kembali berlaku aktif

Penurunan status peringatan juga berdampak pada perlindungan asuransi perjalanan bagi warga Australia. Saat status masih berada pada level empat, banyak polis asuransi tidak memberikan perlindungan untuk perjalanan ke negara-negara yang masuk kategori larangan bepergian.

Dengan perubahan ini, pelancong yang melakukan transit melalui pusat penerbangan utama di kawasan Teluk kembali dapat memperoleh perlindungan sesuai ketentuan polis mereka. Kondisi tersebut disambut positif oleh industri perjalanan karena dinilai dapat meningkatkan kepercayaan konsumen.

Kepala Eksekutif Rekreasi Flight Centre Travel Group, James Kavanagh, menyebut kebijakan itu sebagai kabar baik bagi wisatawan Australia yang selama beberapa bulan terakhir menghadapi berbagai pembatasan perjalanan.

"Penurunan status ini merupakan berita yang telah ditunggu-tunggu oleh banyak pelancong Australia," ujarnya, dilansir Arab News.

Meski demikian, pelancong tetap disarankan memeriksa syarat dan cakupan polis asuransi masing-masing sebelum melakukan perjalanan.

3. Mendorong pemulihan maskapai di kawasan Teluk

Pelonggaran imbauan perjalanan diperkirakan turut membantu pemulihan industri penerbangan di Timur Tengah. Sebelum konflik pecah pada akhir Februari, maskapai-maskapai Teluk menjadi salah satu penghubung utama rute penerbangan antara Eropa dan Australia.

Selama periode konflik, sejumlah penumpang beralih menggunakan rute transit di Asia karena pertimbangan keamanan dan kepastian jadwal penerbangan.

Kepala Riset Transportasi Asia Pasifik BofA Global Research, Nathan Gee, menilai maskapai Asia masih memiliki posisi yang kuat meski operasional penerbangan di Timur Tengah mulai pulih.

"Dalam jangka pendek, maskapai Asia seperti Singapore Airlines masih berada dalam posisi yang baik, karena sebagian pelancong terus memilih hub Asia demi kepastian yang lebih besar dan transit yang lebih lancar," katanya.

Di saat yang sama, harga bahan bakar jet mulai menurun setelah sempat melonjak selama konflik berlangsung. Perkembangan tersebut diharapkan membantu menstabilkan biaya operasional maskapai dan mendukung pemulihan perjalanan internasional.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article