Jakarta, IDN Times - Pelaksana Tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, mendeklarasikan keadaan darurat setelah negara tersebut dilanda gempa bumi dahsyat Magnitudo 7,1 berturut-turut pada Rabu (24/6/2026) siang hari waktu setempat, atau Kamis (25/6/2026) dini hari WIB.
Dalam pidato yang disiarkan televisi, Rodriguez mengkonfirmasi adanya korban jiwa, tanpa menyebutkan berapa banyak orang yang meninggal, dan mengumumkan pembentukan gugus tugas tingkat tinggi untuk mengawasi operasi pencarian dan penyelamatan.
“Kami telah mengaktifkan seluruh jaringan kesehatan publik dan swasta di negara ini, khususnya di daerah yang paling terdampak, untuk merawat korban luka selama masa yang sangat sensitif ini bagi penduduk. Kami juga menyampaikan belasungkawa kami yang mendalam kepada mereka yang telah kehilangan anggota keluarga secara tragis,” katanya dilansir CNN.
“Bandara Internasional Maiquetia di Ibu Kota Caracas juga telah ditutup karena kerusakan parah pada infrastrukturnya,” tambah Rodriguez.
Kegiatan sekolah di seluruh negeri telah ditangguhkan hingga akhir pekan ini, sementara layanan kereta api dan kegiatan yang dianggap tidak penting juga telah dibatalkan sementara.
Beberapa bangunan diketahui runtuh di Caracas. Negara bagian Miranda, La Guaira, Aragua, Carabobo, dan Falcón juga terdampak, dengan beberapa daerah melaporkan pemadaman listrik.
“Ini adalah masalah yang sangat serius,” kata Rodriguez.
Sementara itu, konektivitas internet menurun tajam di seluruh Venezuela, termasuk di Caracas, setelah gempa bumi merusak infrastruktur listrik dan telekomunikasi, menurut lembaga pengawas NetBlocks.
Belum jelas apakah pemadaman listrik meluas juga melanda wilayah yang terdampak. Gangguan konektivitas ini juga dapat memengaruhi ketersediaan informasi dan video yang keluar dari hotspot dalam beberapa jam mendatang.
