Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Vietnam Memulai Pembangunan Fregat Antikapal Selam di Da Nang
ilustrasi kapal perang (pexels.com/Raziella R)
  • Vietnam memulai pembangunan fregat multipurpose antikapal selam terbesar dan tercanggih buatan lokal di Da Nang, melalui kerja sama Song Thu dan Angkatan Laut Rakyat Vietnam.
  • Fregat ditargetkan selesai dalam 36 bulan, memakai radar AESA serta rudal pertahanan udara dan antikapal produksi dalam negeri untuk mendeteksi dan mengeliminasi kapal selam musuh.
  • Proyek ini sejalan dengan Resolusi 20 untuk memperkuat kapasitas maritim, mengurangi ketergantungan alutsista impor, dan mendorong modernisasi industri pertahanan Vietnam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Pemerintah Vietnam resmi memulai pembangunan kapal perang jenis fregat multipurpose antikapal selam terbesar dan Paling canggih buatan dalam negeri. Prosesi pemotongan baja pertama (steel-cutting) sekaligus peletakan batu pertama digelar di Kota Da Nang pada Senin (10/8/2026), melibatkan kerja sama Korporasi Song Thu dan Angkatan Laut Rakyat Vietnam (ALRV).

Kapal perang generasi terbaru ini ditargetkan rampung dalam waktu 36 bulan dengan fokus utama mendeteksi dan mengeliminasi kapal selam musuh. Seluruh proses pengembangannya memanfaatkan teknologi serta keahlian lokal, mulai dari pengaplikasian radar active electronically scanned array (AESA), sistem rudal pertahanan udara, hingga rudal antikapal yang diproduksi oleh Grup Industri Militer dan Telekomunikasi Viettel serta pabrik di bawah Direktorat Jenderal Industri Pertahanan.

1. Resolusi 20 memperkuat kapasitas maritim Vietnam pada 2026

ilustrasi operasi keamanan di area laut (pexels.com/germannavyphotograph)

Langkah strategis ini berjalan beriringan dengan Resolusi 20 yang disahkan Komite Sentral Partai ke-14 pada 28 Juli 2026 demi memperkokoh kedudukan Vietnam sebagai kekuatan maritim. Wakil Menteri Pertahanan Nasional Vietnam, Pham Hoai Nam, menegaskan bahwa dinamika kawasan yang dinamis menuntut peningkatan kapasitas militer secara mandiri.

Nam menggarisbawahi pentingnya armada laut yang tangguh untuk mengawal wilayah teritorial dan kepentingan nasional di perairan.

“Sejarah telah menunjukkan bahwa menjadi negara maritim yang kuat membutuhkan angkatan laut yang mampu setara dengan posisi negara, yang cukup kuat untuk menjaga kedaulatan nasional atas laut dan pulau-pulaunya serta melindungi kepentingan nasional di laut,” tegas Nam, dikutip Vietnam Law Magazine.

Ia juga menambahkan mendesaknya penguatan daya tangkal militer di tengah situasi global yang serba cepat.

“Di tengah perkembangan dunia dan kawasan yang cepat, kompleks, dan sulit diprediksi, kita harus terus memperkuat kemampuan keseluruhan, memastikan kemandirian strategis dalam senjata dan peralatan teknis, serta membangun militer yang revolusioner, reguler, elit, dan modern,” imbuhnya.

2. Song Thu menuntaskan produksi kapal di Da Nang

Bendera Vietnam (pexels.com/Hugo Heimendinger)

Nam menginstruksikan Song Thu bersama Viettel agar mengawal ketat seluruh fase manufaktur, integrasi sistem, hingga pengujian teknis tepat waktu. Di saat yang sama, ALRV diminta memperketat pengawasan, sementara Kementerian Pertahanan Vietnam siap memberikan bimbingan serta solusi jika terjadi kendala teknis di lapangan.

Harian Quan Doi Nhan Dan mengabarkan bahwa pengerjaan fisik proyek ini dipusatkan di Galangan Kapal Song Thu, dengan mayoritas komponen persenjataan dirakit di dalam negeri. Sementara itu, Internazionale yang mengutip Reuters, mengulas bahwa manuver ini dilakukan di tengah ketegangan wilayah Laut China Selatan guna mengikis ketergantungan militer Vietnam terhadap pasokan alutsista impor, khususnya dari Rusia.

3. Vietnam memodernisasi armada perang secara mandiri

ilustrasi parade militer (pexels.com/Nguyen Ngoc Tien)

Upaya modernisasi kekuatan tempur Vietnam sendiri telah berlangsung selama beberapa dekade, dipelopori oleh pengadaan kapal selam kelas Kilo serta fregat kelas Gepard dari Rusia. Kini, alutsista tersebut dipadukan dengan penguatan produksi kapal patroli dan armada perahu cepat rudal buatan lokal.

Langkah ini mempertegas komitmen Pemerintah Vietnam dalam membangun industri pertahanan yang otonom, mandiri, dan berteknologi mutakhir. Untuk memperluas jejaring sekaligus mendorong kemandirian alutsista, Vietnam dijadwalkan kembali memfasilitasi Pameran Pertahanan Internasional Vietnam edisi ketiga di Hanoi pada Desember 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article