Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4) malam. (Dok. Bakom RI)
Peran Vladivostok sebagai panggung Rusia ke Asia kembali terlihat pada EEF ke-11 yang digelar pada 2026. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri forum tersebut sebagai tamu utama, sekaligus menunjukkan perhatian Rusia terhadap Indonesia sebagai salah satu mitra penting di Asia Tenggara.
Kremlin sebelumnya mengonfirmasi Prabowo menjadi tamu utama EEF 2026. Presiden Rusia Vladimir Putin juga dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Prabowo pada 3 September.
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi hubungan Indonesia-Rusia karena kedua pemimpin diperkirakan kembali membahas penguatan kerja sama bilateral di berbagai bidang.
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, mengatakan, pertemuan Prabowo dan Putin diharapkan tidak berhenti pada pembahasan politik. Rusia berharap berbagai kesepakatan yang telah dibangun dapat diterjemahkan menjadi kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi kedua negara.
“Mewujudkan kesepakatan penguatan kerja sama bilateral di berbagai sektor menjadi aksi konkret yang menguntungkan kedua pihak,” kata Tolchenov.
Kehadiran Prabowo juga menambah dimensi Asia Tenggara dalam EEF tahun ini. Sebelumnya, Rusia memang semakin menempatkan kawasan Asia sebagai bagian penting dari strategi ekonominya, terutama ketika hubungan Moskow dengan negara-negara Barat mengalami ketegangan.
Bagi Indonesia, EEF juga menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan dengan Rusia di tengah perubahan peta ekonomi dan geopolitik global. Vladivostok sendiri menyediakan ruang pertemuan antara kepentingan Rusia di Timur Jauh dan kepentingan negara-negara Asia yang mencari peluang perdagangan, investasi, energi, konektivitas serta kerja sama teknologi.
Menariknya, perjalanan Vladivostok menuju posisi tersebut tidak terjadi dalam waktu singkat. Kota ini terlebih dahulu membangun reputasinya melalui kegiatan budaya seperti Pacific Meridian Film Festival, kemudian memperoleh lompatan infrastruktur melalui APEC 2012, sebelum akhirnya menjadikan EEF sebagai agenda ekonomi internasional tahunan.
Pada 2026, rangkaian sejarah tersebut kembali bertemu. Vladivostok tidak lagi sekadar kota pelabuhan Rusia di ujung timur negara tersebut, melainkan salah satu pintu utama Moskow menuju Asia-Pasifik.
Dari jembatan Russky yang dibangun untuk APEC, kampus FEFU yang menjadi warisan KTT 2012, hingga forum ekonomi yang mempertemukan pemimpin dunia setiap tahun, perkembangan Vladivostok menunjukkan bagaimana sebuah kota dapat diubah menjadi instrumen diplomasi dan ekonomi sebuah negara.
Ketika Prabowo hadir sebagai tamu utama EEF ke-11, Vladivostok kembali memainkan perannya sebagai titik temu Rusia dengan Asia - sebuah fungsi yang semakin penting ketika pusat gravitasi ekonomi dan geopolitik dunia terus bergerak ke kawasan Indo-Pasifik.