“Prinsip yang pertama bahwa pemerintah ingin terbuka. Pemerintah dibawah arahan Bapak Presiden Prabowo ingin melibatkan seluruh masyarakat agar kita memperoleh data yang akurat,” ujar dia, dikutip dari siaran pers, Rabu (2/9/2026).
Data Desil Bansos Dinilai Tak Sesuai, Mensos Akan Lakukan Perbaikan

- Mensos Gus Ipul menegaskan pemerintah terbuka menerima laporan ketidaksesuaian desil kesejahteraan dan siap memperbaiki data demi penyaluran bansos yang tepat sasaran.
- Warga dapat mengajukan pemutakhiran melalui musyawarah RT/RW hingga Dinsos, aplikasi SIKS-NG dan Cek Bansos, WhatsApp, Command Center, serta layanan pesan dan telepon.
- BPS ditunjuk sebagai pengelola tunggal data kesejahteraan untuk konsolidasi nasional; data terus diperbarui karena kondisi warga berubah, termasuk kelahiran, kematian, perpindahan, dan perubahan ekonomi.
Jakarta, IDN Times — Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, akan melakukan perbaikan data kategori desil kesejahteraan yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya.
Gus Ipul mengatakan, pemerintah sangat terbuka menerima masukan dan menyediakan berbagai jalur pemutakhiran data. Langkah ini diambil guna memastikan keakuratan data kemiskinan sehingga penyaluran bantuan sosial (bansos) bisa tepat sasaran.
Hal itu disampaikan Mensos usai menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026) malam.
1. Pemerintah berkomitmen terbuka dan siap lakukan perbaikan

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) tinjau saat meninjau pelaksanaan program Taruna Bhakti Nusantara dan MPLS di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik, Senin (3/8/2026). (Dok. Kemensos) Gus Ipul mengatakan, pemerintah mengedepankan prinsip keterbukaan dalam tata kelola data kesejahteraan ini. Jika terdapat ketidaksesuaian desil atau dugaan salah sasaran di lapangan, pemerintah siap segera melakukan perbaikan berdasarkan laporan masyarakat.
2. Saluran yang tersedia untuk pengaduan

ilustrasi melakukan pengaduan (unsplash.com/freestocks) Gus Ipul mengatakan, masyarakat dapat mengajukan perbaikan pemutakhiran data dari saluran yang sudah disediakan dalam bentuk formal.
Saluran formal ini bisa dimulai dengan musyawarah tingkat RT/RW, lanjut ke kelurahan/desa, kemudian diteruskan ke Dinsos dengan aplikasi SIKS-NG atau jalur partisipatif seperti aplikasi atau melalui layanan pesan dan telepon.
“Salurannya kita buka lewat WA, kita buka lewat command center, kita buka lewat aplikasi Cek Bansos, kita buka lewat desa-desa dengan aplikasi SIKS-NG, di sana ada operator data desa, dan sekarang ada sekali lagi digitalisasi Bansos,” ujar dia.
3. Gus Ipul mengungkapkan BPS sebagai pengelola data tunggal

Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. IDN Times/Ardiansyah Fajar. Dalam penjelasannya, Gus Ipul juga menyebut Badan Pusat Statistik (BPS) ditunjuk sebagai pengelola tunggal data kesejahteraan. Hal ini untuk membantu melakukan pemutakhiran data dan menghindari adanya data tumpang tindih.
Penunjukan ini dilakukan agar pemetaan status ekonomi masyarakat mengacu pada satu standar data nasional yang lebih solid.
“Nah dengan adanya pengelola tunggal data ini, yaitu BPS, ini memudahkan kita untuk konsolidasi,” kata dia.
4. Gus Ipul menekankan data kesejahteraan tetap dinamis

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf memaparkan penyaluran bansos di Gedung Kemensos, Rabu (5/8/2026)/ IDN Times Dini Suciatiningrum Gus Ipul menjelaskan, proses pemutakhiran ini penting untuk membuat data lebih akurat. Kondisi masyarakat bersifat dinamis karena setiap harinya ada warga yang meninggal, lahir, berpindah tempat tinggal dan menikah, serta ada warga yang mengalami penurunan atau peningkatan status kesejahteraan dalam kurun waktu tertentu.
“Ini (pemutakhiran) penting, karena data menjadi penentu apakah program kita tepat sasaran, program kita sampai kepada mereka yang berhak,” ujar dia.
5. Imbauan bagi warga untuk aktif memberikan laporan

ilustrasi pembagian bansos (IDN Times/Aditya Pratama) Gus Ipul pun mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan keluhannya jika merasa kategori desil yang tercantum tidak memotret keadaan sebenarnya.
“Jadi kalau ada keluhan, setiap ada fakta-fakta yang ada di lapangan, kita segera tindaklanjuti, kita segera mutakhirkan,” ujar dia.
Langkah tersebut diyakini menjadi kunci utama agar bantuan pemerintah dapat menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan.
“Jadi itu tentu kita apresiasi dan kita buka untuk dilakukan pemutakhiran, Insya Allah data kita akan makin akurat,” kata Gus Ipul.



















