Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Klarifikasi Meta: Yacht Zuckerberg Tak Dengar Panggilan Bantuan
Mark Zuckerberg (JD Lasica, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)
  • Perahu motor 21 kaki kehabisan bahan bakar di jalur Petersburg–Juneau, Alaska, lalu ditarik Wilderness Legacy ke Teluk Farragut; Coast Guard menyatakan situasinya bukan darurat jiwa.
  • Launchpad milik Mark Zuckerberg menjadi sorotan karena berada lebih dekat namun tidak merespons. Meta menegaskan Zuckerberg dan keluarganya tidak berada di kapal saat insiden.
  • Meta menyebut kru Launchpad memantau frekuensi radio berbeda dari saluran Coast Guard. Ketika saluran tersebut diperiksa rutin, Wilderness Legacy sudah menjalankan bantuan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kapal pesiar mewah milik CEO Meta Mark Zuckerberg, Launchpad, menjadi sorotan publik setelah dikabarkan tidak merespons panggilan bantuan kapal kecil yang kehabisan bahan bakar di perairan Alaska. Peristiwa tersebut terjadi di jalur laut antara kawasan Petersburg dan Kota Juneau, Amerika Serikat.

Kritik publik sempat bermunculan lantaran sebuah kapal pesiar komersial yang posisinya lebih jauh justru datang memberikan pertolongan. Pihak Meta kemudian memberikan klarifikasi resmi untuk menjelaskan penyebab utama di balik kesalahpahaman navigasi maritim tersebut.

1. Kapal kecil kehabisan bahan bakar di perairan Alaska

ilustrasi Alaska (pexels.com/palapaPOA)

Sebuah perahu motor kecil berukuran 21 kaki mengalami gangguan operasional setelah kehabisan bahan bakar di lepas pantai Alaska. Perahu tersebut terombang-ambing di lintasan laut yang menghubungkan Petersburg dan Juneau. Awak perahu kemudian memancarkan sinyal permintaan bantuan maritim melalui saluran radio yang terhubung dengan petugas Penjaga Pantai AS atau US Coast Guard.

Sebagaimana dilaporkan pertama kali oleh Alaska Beacon dan dikutip CBS News, kapal pesiar komersial bernama Wilderness Legacy langsung bergerak mendekat usai menerima panggilan radio tersebut. Kapal Wilderness Legacy dengan sigap menarik perahu motor kecil itu menuju kawasan Teluk Farragut untuk proses pengisian bahan bakar ulang. Pihak US Coast Guard mencatat bahwa meskipun perahu kecil tersebut membutuhkan bantuan teknis (maritime assist), situasi tersebut tidak tergolong darurat jiwa.

2. Pihak Meta tegaskan Mark Zuckerberg tidak ada di kapal

ilustrasi kapal yacht (pexels.com/Earth Photart)

Peristiwa ini menarik perhatian publik karena superyacht Launchpad berada pada posisi yang lebih dekat dengan perahu yang membutuhkan bantuan. Seorang penumpang Wilderness Legacy bernama Michael Love menceritakan insiden tersebut di platform jejaring sosial Bluesky. Ia mengungkapkan bahwa para penumpang kapal sempat menyoraki superyacht tersebut karena terkesan tak merespons panggilan darurat, hingga memicu gelombang kritik di media sosial.

Juru bicara CEO Meta menegaskan bahwa Mark Zuckerberg beserta keluarganya sedang tidak berada di atas kapal saat insiden terjadi. Kru kapal Launchpad berlayar menjalankan prosedur operasional secara mandiri tanpa kehadiran sang pemilik. Kapal superyacht mewah bernilai 300 juta dolar AS tersebut memang sedang melintas di area perairan utara.

3. Kru tidak mendengar panggilan karena beda frekuensi radio

ilustrasi pusat kendali kapal (pexels.com/Nikolaos Dimou)

Pihak Meta membeberkan alasan teknis mengapa kapal Launchpad tidak segera memberikan pertolongan saat sinyal maritim dikirimkan. Awak kapal pada saat itu sedang mengoperasikan dan memantau saluran radio utama yang berbeda dengan frekuensi komunikasi US Coast Guard. Hal ini membuat panggilan bantuan dari kapal kecil tidak terdengar secara langsung oleh kru di anjungan superyacht.

Saat kru melakukan pemeriksaan rutin pada saluran radio Coast Guard, aksi penyelamatkan oleh Wilderness Legacy rupanya sudah berjalan di lokasi kejadian. Sebagaimana dilansir The Guardian, juru bicara Zuckerberg menegaskan, "Seperti yang dicatat oleh Coast Guard, kapal tersebut tidak dalam bahaya, dan saat kru memeriksa kontak Coast Guard di saluran radio yang berbeda dari yang mereka gunakan, bantuan sudah berlangsung."

Melalui klarifikasi resmi ini, pihak Meta berupaya meluruskan persepsi publik dan membantah tuduhan bahwa superyacht megah tersebut sengaja mengabaikan panggilan bantuan maritim. Peristiwa di perairan Alaska ini menjadi pelajaran penting mengenai pentingnya keselarasan pemantauan frekuensi komunikasi antar-kapal di lautan lepas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article