ilustrasi pusat kendali kapal (pexels.com/Nikolaos Dimou)
Pihak Meta membeberkan alasan teknis mengapa kapal Launchpad tidak segera memberikan pertolongan saat sinyal maritim dikirimkan. Awak kapal pada saat itu sedang mengoperasikan dan memantau saluran radio utama yang berbeda dengan frekuensi komunikasi US Coast Guard. Hal ini membuat panggilan bantuan dari kapal kecil tidak terdengar secara langsung oleh kru di anjungan superyacht.
Saat kru melakukan pemeriksaan rutin pada saluran radio Coast Guard, aksi penyelamatkan oleh Wilderness Legacy rupanya sudah berjalan di lokasi kejadian. Sebagaimana dilansir The Guardian, juru bicara Zuckerberg menegaskan, "Seperti yang dicatat oleh Coast Guard, kapal tersebut tidak dalam bahaya, dan saat kru memeriksa kontak Coast Guard di saluran radio yang berbeda dari yang mereka gunakan, bantuan sudah berlangsung."
Melalui klarifikasi resmi ini, pihak Meta berupaya meluruskan persepsi publik dan membantah tuduhan bahwa superyacht megah tersebut sengaja mengabaikan panggilan bantuan maritim. Peristiwa di perairan Alaska ini menjadi pelajaran penting mengenai pentingnya keselarasan pemantauan frekuensi komunikasi antar-kapal di lautan lepas.