Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

PM Lebanon Bertemu Menlu AS, Dorong Perdamaian dengan Israel

3 min read
PM Lebanon Bertemu Menlu AS, Dorong Perdamaian dengan Israel
Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam (kiri), sedang menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio (kanan), di Gedung Kementerian Luar Negeri AS di Washington D.C. pada Senin (28/9/2026). (flickr.com/Department of State via commons.wikimedia.org/Department of State)
  • PM Lebanon Nawaf Salam bertemu Menlu AS Marco Rubio di Washington untuk mendorong penerapan kesepakatan Juni demi mengakhiri konflik Lebanon-Israel.
  • Kesepakatan itu mengatur penarikan bertahap pasukan Israel dari Lebanon dan penghentian serangan Hizbullah, tetapi Israel belum sepenuhnya mundur serta masih menyerang Lebanon selatan.
  • Rubio berkomitmen mendorong implementasi kesepakatan, sementara Salam kembali mendesak penarikan Israel karena serangan yang turut berdampak pada warga sipil Lebanon.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Lebanon, Nawaf Salam, melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, di Gedung Kementerian Luar Negeri AS di Washington D.C. pada Senin (28/9/2026). Pertemuan itu bertujuan untuk mendorong perdamaian antara Lebanon dan Israel agar perang bisa segera bearkhir.

Dalam pertemuan tersebut, Salam meminta Rubio untuk mendorong pengimplementasian kesepakatan antara Lebanon dan Israel yang sudah diraih pada Juni lalu. Sebab, Salam menilai kesepakatan itu saat ini belum sepenuhnya diterapkan dengan baik.

  1. 1. Israel sudah bersedia menarik mundur pasukannya dari Lebanon

    IDF sedang bertugas di lapangan.
    potret pasukan militer Israel (IDF) (flickr.com/Israel Defense Forces via commons.wikimedia.org/Israel Defense Forces)

    Dalam kesepakatan pada Juni, Israel sudah bersedia untuk menarik mundur pasukannya secara bertahap dari seluruh wilayah Lebanon, termasuk Lebanon selatan. Sebagai gantinya, Hizbullah diwajibkan untuk menahan serangan terhadap Israel. Sayangnya, kesepakatan ini tidak berjalan baik di lapangan. Sebab, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) kini belum sepenuhnya mundur dari Lebanon. Selain itu, mereka juga masih melakukan serangan ke Lebanon selatan.

    "Kami menekankan perlunya beralih ke tahap implementasi kerangka kerja tripartit dan penerjemahan prinsip-prinsip timbal balik dan implementasi bertahap ke dalam langkah-langkah praktis dan hasil nyata di lapangan yang mengarah pada pemulihan kedaulatan penuh Lebanon, pencapaian penarikan penuh Israel dari wilayah Lebanon, dan pembatasan senjata kepada negara di seluruh wilayah Lebanon,” demikian bunyi pernyataan resmi kantor PM Lebanon, seperti dilansir Times of Israel.

  2. 2. Rubio berkomitmen mendorong perdamaian Lebanon dan Israel

    Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, sedang diwawancarai oleh Brian Kilmeade dari Fox News di Gedung Departemen Luar Negeri di Washington D.C., pada 25 Februari 2025.
    Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, sedang diwawancarai oleh Brian Kilmeade dari Fox News di Gedung Departemen Luar Negeri di Washington D.C., pada 25 Februari 2025. (flickr.com/U.S. Department of State via commons.wikimedia.org/U.S. Department of State)

    Usai pertemuan tersebut, Rubio mengatakan akan terus berkomitmen untuk mendorong perdamaian antara Lebanon dan Israel. Ia juga berjanji akan mendorong Tel Aviv untuk mengimplementasikan kesepakatan dengan Beirut pada Juni lalu. Sebab, kesepakatan tersebut bertujuan untuk mengakhiri konflik di antara kedua negara.

    “Kami menegaskan kembali dukungan kuat AS saat Lebanon menerapkan kerangka kerja trilateral yang menjadi satu-satunya jalan menuju perdamaian abadi dengan Israel. Amerika Serikat mendukung Lebanon yang berdaulat dan bebas dari pengaruh Hizbullah dan Iran,” ujar Rubio dalam sebuah unggahan di media sosial X.

  3. 3. Lebanon sudah berulang kali mendesak Israel mundur dari wilayahnya

    Sebuah bangunan di Kota Beirut, Lebanon, hancur akibat serangan Israel.
    Sebuah bangunan di Kota Beirut, Lebanon, hancur akibat serangan Israel. (pexels.com/Jo Kassis)

    Salam sendiri sebetulnya sudah berulang kali mendesak Israel untuk menarik seluruh pasukannya dari wilayah Lebanon. Namun, Tel Aviv kerap menolak. Bahkan, PM Israel, Benjamin Netanyahu, pernah mengatakan Israel tidak akan mundur dari Lebanon sampai Hizbullah menyerah.

    Sebagai PM, Salam ingin Israel berhenti menggempur Lebanon. Sebab, meski ditujukan ke pasukan Hizbullah, gempuran Israel juga berdampak kepada warga sipil Lebanon. Sejauh ini, sudah ada lebih dari 4.300 warga sipil Lebanon yang tewas imbas serangan Israel.

    Sebagai informasi, Israel mulai menyerang Lebanon pada 2 Maret lalu. Serangan ini dilakukan Tel Aviv untuk membalas Hizbullah yang menyerang mereka untuk membantu Iran. Inilah yang akhirnya menyeret Lebanon ke dalam perang dengan Israel hingga saat ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More