Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Zelenskyy: Rusia Mau Luncurkan Serangan Besar ke Ukraina
potret Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy (commons.wikimedia.org/The Presidential Office of Ukraine)
  • Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan intelijen negaranya mendeteksi persiapan Rusia untuk melancarkan serangan besar baru, dan meminta warga waspada terhadap peringatan udara.
  • Sebelumnya, Rusia menyerang Kyiv pada 23–24 Mei dengan rudal dan drone sebagai balasan atas serangan Ukraina ke wilayah Starobilsk yang menewaskan belasan orang.
  • Upaya negosiasi damai antara Rusia dan Ukraina bersama Amerika Serikat di Abu Dhabi dan Jenewa belum membuahkan hasil, membuat proses perdamaian berjalan sangat alot.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menyebut Rusia sedang bersiap untuk kembali melakukan serangan besar-besaran ke wilayahnya. Dalam pernyataannya pada Jumat (29/5/2026), Zelenskyy mengatakan dirinya mendapatkan informasi tersebut dari otoritas intelijen Ukraina.

“Kami memiliki informasi dari dinas intelijen tentang persiapan Rusia untuk serangan besar lainnya. Harap perhatikan peringatan udara dan lindungi hidup Anda. Layanan kami bekerja secara efisien dan siap. Angkatan Udara dan para pembela langit kita lainnya akan bertugas 24/7, seperti biasa,” kata Zelenskyy dilansir The Guardian

1. Rusia sebelumnya sudah melakukan serangan besar ke Kyiv

Sebuah bangunan tempat tinggal di Kota Kyiv, Ukraina, hancur akibat serangan Rusia. (pexels.com/Алесь Усцінаў)

Sebelumnya, Rusia sudah meluncurkan serangan besar-besaran ke Ukraina, tepatnya ke Kota Kyiv, pada 23 dan 24 Mei. Kala itu, militer Rusia menghujani Kyiv dengan rudal dan drone. Menurut otoritas setempat, serangan tersebut menewaskan setidaknya 4 orang dan melukai 100 lainnya. Selain itu, serangan juga merusak beberapa bangunan tempat tinggal yang ada di Kyiv.  

Sebelum serangan terjadi, pasukan militer Ukraina sudah mengeluarkan peringatan serangan dari Rusia. Tidak lama setelah itu, Kota Kyiv langsung dibombardir rudal dan drone dari Rusia. Saat serangan terjadi, terdengar suara ledakan yang cukup keras dari seluruh penjuru Kyiv. Wali Kota Kyiv, Vitali ⁠Klitschko, bahkan mengatakan serangan itu “terasa sangat mengerikan”. 

2. Serangan dilakukan untuk membalas Ukraina

Sebuah apartemen di Ukraina hancur karena diserang pasukan Rusia (pexels.com/Алесь Усцінаў)

Serangan masif yang dilakukan Rusia di Kyiv tadi bertujuan untuk membalas Ukraina. Sebab, Ukraina telah lebih dulu meluncurkan serangan ke sebuah asrama mahasiswa di Kota Starobilsk, salah satu wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia, pada 22 Mei. Dilansir BBC, serangan itu menewaskan setidaknya 18 orang.   

Presiden Rusia, Vladimir Putin, menuduh Ukraina berada di balik serangan tersebut. Namun, Ukraina membantah tuduhan itu. Pasukan militer Ukraina menjelaskan, mereka memang melakukan serangan ke Starobilsk. Namun, serangan tidak ditujukan ke asrama mahasiswa yang ada di sana, tetapi ke pangkalan militer Rusia. 

3. Negosiasi damai Rusia dan Ukraina berjalan alot

ilustrasi perundingan damai Rusia dan Ukraina (unsplash.com/Zulfugar Karimov)

Untuk mengakhiri perang, Rusia dan Ukraina sebetulnya sudah berkali-kali menggelar negosiasi damai bersama Amerika Serikat yang berperan sebagai mediator. Negosiasi pertama dan kedua dihelat di Abu Dhabi, UEA, pada 23–24 Januari dan pada 4–5 Februari 2026. Namun, kedua upaya itu gagal menghasilkan perdamaian antara Rusia dan Ukraina.

Negosiasi damai tahap ketiga juga sudah dihelat di Jenewa, Swiss, pada 17 dan 18 Februari. Sayangnya, negosiasi tersebut lagi-lagi gagal menghasilkan perdamaian. Ini membuat proses perdamaian antara Rusia dan Ukraina berjalan alot. Beberapa waktu lalu Putin sempat mengatakan siap bertemu dengan Zelenskyy di Moskow untuk menyepakati perdamaian. Namun, hingga saat ini, belum ada kelanjutan dari rencana tersebut. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article