Hungaria Larang Impor Hampir Seluruh Produk Pertanian Ukraina

- Hungaria di bawah PM Peter Magyar kembali memberlakukan larangan impor hampir seluruh produk pertanian Ukraina untuk melindungi petani dan ekonomi nasional.
- Larangan mencakup 20 kategori produk seperti daging, telur, dan biji bunga matahari, sementara madu masih dipertimbangkan untuk dimasukkan dalam daftar.
- Uni Eropa menyayangkan keputusan Hungaria karena dianggap bertentangan dengan kebijakan perdagangan UE, meski Komisi Eropa belum mengambil langkah hukum.
Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Hungaria, Peter Magyar mengumumkan larangan secara menyeluruh hampir seluruh produk pertanian Ukraina. Keputusan ini melanjutkan kebijakan dari mantan PM Hungaria, Viktor Orban.
“Sanksi-sanksi tersebut sudah dibatakan karena kesalahan legislatif. Kami sudah mengadakan rapat kabinet darurat untuk mengembalikan larangan impor produk pertanian Ukraina,” ungkapnya, dikutip dari Euractiv, Sabtu (23/5/2026).
Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan antara Hungaria dan Ukraina merenggang. Di bawah pemerintahan baru di Hungaria, keduanya berniat untuk memulihkan hubungan bilateral.
1. Produk Ukraina ancam produk pertanian Hungaria

Menteri Pertanian Hungaria, Szabolc Bona menuding pemerintahan Orban meninggalkan negara dengan ketidakpastian. Ia menyebut larangan impor ini untuk melindungi petani dan kepentingan ekonomi Hungaria.
“Sementara mereka sudah menyuarakan perlindungan petani selama bertahun-tahun, mereka malah tidak memastikan pembatasan produk pertanian Ukraina. Alhasil, produk pertanian Ukraina tetap aman dan legal masuk ke Hungaria,” ungkapnya.
Larangan ini meliputi 20 kategori, termasuk daging sapi, babi, ayam, telur, biji bunga matahari, dan lainnya. Sementara, madu kemungkinan akan dimasukkan dalam daftar akhirnya.
2. Menlu Ukraina dan Hungaria bertemu bahas hak kelompok minoritas

Pada saat yang sama, Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha sudah mengadakan pertemuan dengan Menlu Hungaria Anita Orban. Keduanya setuju untuk bernegosiasi soal perlindungan hak kelompok minoritas Hungaria di Ukraina.
Dilansir Kyiv Post, kedua pihak mengaku setuju untuk memulihkan hubungan bilateral. Selain itu, Hungaria dan Ukraina akan mendorong pembangunan positif antara kedua negara serta terus melanjutkan komunikasi bilateral.
3. Uni Eropa kecewa atas keputusan Hungaria

Anggota parlemen Eropa, Karin Karlsbro menyayangkan keputusan Hungaria untuk memblokir masuknya produk pertanian impor dari Ukraina. Sebab, keputusan tersebut berlawanan dengan kebijakan Uni Eropa (UE).
Kebijakan tersebut memang melanggar aturan dalam UE. Namun, kebijakan perdagangan dalam negara-negara anggota UE di bawah lembaga tersendiri dan Komisi Eropa masih enggan membawa kasus ini ke ranah hukum.


















