Bagi sebagian besar pepohonan, kehilangan kulit luar adalah sebuah petaka besar yang bisa berujung pada kematian. Namun, hukum alam tersebut seakan sama sekali tidak berlaku bagi Quercus suber, spesies pohon ek penghasil gabus yang banyak tumbuh di kawasan Mediterania barat. Sejak ribuan tahun lalu, masyarakat di wilayah beriklim hangat ini telah memanfaatkan kulit luarnya sebagai bahan pembuat sandal hingga penyumbat botol demi memenuhi kebutuhan harian mereka.
Proses pengambilan kulit kayu ini dilakukan secara manual dengan menggunakan kapak khusus tanpa harus menebang batang utamanya. Berkat keunikan biologisnya, tanaman menakjubkan ini justru mampu meregenerasi kembali tameng pelindungnya tersebut dalam waktu sekitar sembilan tahun. Siklus pemanenan yang ramah lingkungan ini membuat ekosistem sekitar tetap terjaga dengan baik tanpa mengorbankan kelestarian kawasan hutan.
