Pemanasan global (global warming) adalah fenomena peningkatan suhu rata-rata atmosfer, daratan, dan lautan Bumi secara bertahap dan berkelanjutan. Hal ini terutama disebabkan oleh akumulasi gas rumah kaca dari aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil dan deforestasi, yang memerangkap panas matahari di atmosfer. Melalui mekanisme efek rumah kaca, gas seperti karbon dioksida dan metana menyelimuti Bumi, menahan panas yang seharusnya dipantulkan kembali ke luar angkasa. Akibatnya, kita mulai melihat dampak nyata seperti mencairnya es di kutub, kenaikan permukaan laut, hingga perubahan iklim ekstrem yang mengganggu keseimbangan ekosistem.
Namun, di balik angka statistik suhu dan kenaikan air laut, ada satu hal berharga yang sering luput dari perhatian, yaitu jejak peradaban kita sendiri. Bangunan bersejarah yang telah berdiri ribuan tahun kini mulai rapuh, dan situs-situs arkeologi yang menyimpan rahasia masa lalu kini terancam hilang sebelum sempat kita pelajari.
Lantas, bagaimana sebenarnya perubahan suhu dunia ini bisa merusak peninggalan sejarah yang selama ini terlihat kokoh dan abadi? Mari kita telusuri bagaimana pemanasan global perlahan-lahan menghapus memori sejarah manusia dalam artikel berikut!
