5 Perbedaan Ikan Belut dan Sidat, Berbeda Tapi Sering Dikira Sama

- Belut dan sidat tampak mirip, tapi secara ilmiah berbeda ordo: belut termasuk Synbranchiformes, sedangkan sidat masuk Anguilliformes yang mencakup berbagai spesies true eel di dunia.
- Belut tidak bersirip jelas dan hidup di perairan berlumpur dengan kemampuan bernapas lewat kulit, sementara sidat punya sirip menyatu dan bermigrasi antara air tawar serta laut.
- Siklus reproduksi belut bersifat hermaprodit protogini dengan pembuahan eksternal, sedangkan sidat katadromus bermigrasi ke laut untuk bertelur sebelum anaknya kembali ke habitat air tawar.
Ikan belut dan sidat sering terlihat mirip karena sama sama punya tubuh panjang, licin, dan sekilas menyerupai ular kecil. Dalam percakapan sehari hari, keduanya juga sama sama sering disebut sebagai ikan berbentuk belut. Padahal, secara ilmiah, belut yang dikenal sebagai swamp eel dan sidat dari kelompok Anguilla tidak berada dalam kelompok yang sama.
Memahami perbedaannya penting supaya kamu tidak keliru saat membaca informasi tentang habitat, bentuk tubuh, sampai siklus hidupnya. Dua hewan ini memang sama sama menarik, tetapi cara hidup dan latar biologisnya berbeda. Lalu, apa saja perbedaan ikan belut dan sidat? Yuk, cek perbedaannya.
1. Klasifikasinya tidak berada dalam kelompok yang sama

Menurut Britannica, belut atau swamp eel bukan kerabat langsung dari kelompok true eel. Belut masuk dalam ordo Synbranchiformes, yaitu kelompok ikan bertubuh panjang yang banyak ditemukan di wilayah tropis. Karena bentuk tubuhnya mirip, banyak orang mengira belut dan sidat berasal dari kelompok yang sama.
Sedangkan sidat berbeda karena termasuk kelompok true eel dalam ordo Anguilliformes. Berdasarkan penjelasan Britannica, kelompok ini mencakup berbagai spesies sidat yang tersebar di berbagai perairan dunia. Karena berasal dari ordo yang berbeda, kemiripan bentuk tubuh antara belut dan sidat tidak menunjukkan bahwa keduanya merupakan kerabat dekat.
2. Bentuk siripnya berbeda saat diamati lebih dekat

Berdasarkan penjelasan Animal Diversity Web, belut umumnya tidak memiliki sisik dan tampak tidak bersirip dari luar. Sumber yang sama juga menjelaskan bahwa belut memiliki satu bukaan insang berbentuk huruf V di bagian bawah tenggorokan. Ciri ini membuat tubuh belut terlihat lebih polos dan sederhana dibandingkan sidat.
Sementara itu, sidat memiliki susunan sirip yang lebih jelas. Animal Diversity Web menjelaskan bahwa sidat dari genus Anguilla memiliki sirip punggung panjang yang menyatu dengan sirip ekor dan sirip anal. Selain itu, sidat juga memiliki celah insang kecil di depan sirip dada. Ciri inilah yang sering menjadi petunjuk untuk membedakan sidat dari belut.
3. Habitat belut lebih dekat dengan perairan berlumpur

Dilansir dari Animal Diversity Web, belut hidup di banyak habitat perairan, seperti danau, sungai, kolam, rawa, paya, saluran air, hingga perairan payau. Belut ini juga cocok dengan lingkungan berlumpur dan mampu bersembunyi di bawah batu atau lumpur lunak pada siang hari.
Sidat punya pola habitat yang lebih terkait dengan perubahan tahap hidup. Animal Diversity Web menjelaskan bahwa sidat hidup di perairan tawar, terutama sungai besar atau danau, dan sering berada dekat dasar perairan untuk mencari makanan. Namun, spesies ini juga berhubungan dengan laut karena siklus hidupnya melibatkan perpindahan ke samudra.
4. Cara bernapas dan bertahan di lingkungan rendah oksigen berbeda

Menurut Animal Diversity Web, belut memiliki kemampuan mendapatkan sebagian kebutuhan oksigennya melalui respirasi kulit. Britannica juga menjelaskan bahwa beberapa belut mengandalkan oksigen yang diserap lewat membran tenggorokan atau usus ketika insangnya kecil. Sederhananya, belut punya adaptasi yang membantunya bertahan di lingkungan berlumpur dan rendah oksigen.
Sidat memiliki kemampuan hidup yang fleksibel di perairan tawar dan laut, tetapi lebih menekankan siklus migrasinya daripada adaptasi bernapas seperti belut rawa. Animal Diversity Web menyebut sidat hidup di air tawar sampai dewasa, lalu bermigrasi ke laut untuk bereproduksi. Jadi, perbedaan utamanya bukan sekadar tempat hidup, melainkan jenis adaptasi yang menonjol pada masing masing hewan.
5. Siklus reproduksinya punya pola yang sangat berbeda

Berdasarkan penjelasan Animal Diversity Web, belut merupakan hermaprodit protogini berurutan. Artinya, individu muda lahir sebagai betina dan sebagian dapat berubah menjadi jantan secara alami. Sumber yang sama juga menjelaskan bahwa belut ini berkembang biak secara musiman dan pembuahannya terjadi di luar tubuh.
Sidat memiliki siklus hidup yang terkenal karena migrasinya. Animal Diversity Web menjelaskan bahwa sidat bersifat katadromus, yaitu hidup sebagian besar di air tawar tetapi memijah di air asin. U.S. Fish and Wildlife Service juga menjelaskan bahwa american eel atau salah satu spesies sidat mampu bermigrasi ke Laut Sargasso untuk bertelur, lalu anaknya terbawa arus laut menuju pesisir sebelum masuk ke habitat estuari atau air tawar.
Belut dan sidat memang sama sama bertubuh panjang, licin, dan mudah tertukar jika hanya dilihat sekilas. Namun, keduanya berbeda dari sisi klasifikasi, bentuk sirip, habitat, cara beradaptasi, sampai siklus reproduksi. Dengan memahami perbedaan ini, kamu bisa melihat bahwa kemiripan bentuk luar tidak selalu menunjukkan kesamaan ilmiah di baliknya.

![[QUIZ] Pilih Karakter Upin & Ipin, Kamu Bisa Time Travel ke Masa Lalu atau Masa Depan?](https://image.idntimes.com/post/20250506/1000008112-a9936ff4ece60dc64a0fc7d3e0c841a5.png)















