Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mengapa Ikan Air Tawar Tidak Bisa Hidup Lama di Air Asin?

Mengapa Ikan Air Tawar Tidak Bisa Hidup Lama di Air Asin?
ilustrasi ikan koi (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)
Intinya Sih
  • Ikan air tawar tidak bisa hidup di air asin karena perbedaan kadar garam menyebabkan gangguan osmosis yang membuat tubuhnya kehilangan air dan organ gagal berfungsi.
  • Ikan air asin dan ikan air tawar memiliki sistem fisiologis berbeda untuk menjaga keseimbangan garam, sehingga keduanya hanya dapat bertahan di habitat dengan salinitas sesuai evolusinya.
  • Beberapa spesies seperti salmon, belut, dan hiu banteng mampu hidup di dua jenis perairan berkat kemampuan adaptasi hormonal dan fisiologis dalam mengatur kadar garam tubuhnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Kedengarannya tidak masuk akal, bagaimana bisa ikan yang sejatinya hidup di air bisa mati karena air juga? Tapi, itulah yang terjadi setiap kali ikan air tawar dipindahkan ke air asin. Saat ikan air tawar seperti mujair, ikan koki, atau ikan mas dipindahkan ke air asin, tidak butuh satu jam tubuhnya perlahan lemas dan berujung mati. Seolah air asin adalah neraka yang membuatnya tersiksa.

Ini bukan soal siapa yang paling hebat di antara ikan air tawar dan air asin. Di balik kematiannya yang tragis, tubuh ikan air tawar sejatinya didesain hanya untuk hidup di air tawar, artinya air laut bukanlah tempat yang aman bagi mereka, meskipun memang sama-sama air. Dalam artikel ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai ikan air tawar yang tidak dapat hidup di air laut, berikut penjelasannya!

1. Perbedaan ikan air tawar dan air asin

ilustrasi ikan koi (pexels.com/adrian vieriu)
ilustrasi ikan koi (pexels.com/adrian vieriu)

Ikan air asin

Sesuai dengan namanya, ikan air asin hidup di laut, di mana mereka mampu bertahan dengan kandungan garam yang tinggi, yaitu 3,5%. Bahkan, ikan air asin bergantung pada keberadaan garam demi bertahan hidup dan meminum garam dalam jumlah besar saat berenang.

Hal ini dikarenakan mereka kehilangan sejumlah besar garam dari tubuhnya karena adanya proses osmosis, sehingga perlu terus mengonsumsi lebih banyak garam agar tetap sehat dan menjaga tubuh dalam keadaan keseimbangan fisiologis. Jadi, sejatinya ikan air asin membutuhkan garam untuk tetap hidup.

Ikan air tawar

Ikan air tawar menghabiskan sebagian besar hidupnya di sungai, danau, dan aliran air — air dengan kandungan garam rata-rata sekitar 1%. Dari semua ikan di dunia, sekitar setengahnya hidup di air tawar.

Demi bertahan hidup di sungai dan danau, ikan air tawar telah mengembangkan beberapa perbedaan fisiologis dari ikan laut. Misalnya, pada insang ikan air tawar yang dirancang khusus untuk menyebarkan gas yang hanya dapat ditemukan di air tawar, sekaligus mempertahankan kadar garam yang sehat di dalam tubuh mereka.

Perbedaan garam 2,5% mungkin terdengar tidak terlalu besar, tetapi hal itu dapat membuat perbedaan besar bagi hewan yang hidup di perairan ini. Meskipun ikan air asin bergantung pada kandungan garam yang tinggi, salinitas 3,5% akan berakibat fatal bagi spesies air tawar, yang telah berevolusi untuk mengatasi kandungan garam yang lebih rendah di sungai, danau, dan aliran air.

Dalam hal ini, perbedaan antara air asin dan air tawar tidak hanya sebatas pada kadar garam. Terdapat pula perbedaan lain antara air tawar dan air asin, antara lain:

  • Air asin mengandung lebih banyak unsur mikro daripada air tawar, termasuk klorin, magnesium, kalsium, dan kalium.
  • Titik beku air tawar adalah 0°C sedangkan titik beku air asin -2°C. Hal ini disebabkan oleh volume garam dalam air.
  • Air asin jauh lebih padat daripada air tawar, yang memiliki pengaruh signifikan terhadap evolusi ikan air asin, menyebabkan mereka menjadi lebih ramping.
  • Oksigen lebih mudah larut dalam air tawar daripada dalam air asin, yang berdampak besar pada bagaimana ikan yang hidup di dalamnya dapat bernapas dan mengventilasi insangnya.

2. Ikan air tawar tidak bisa hidup di air asin

Ikan air tawar
Ikan air tawar (pexels.com/Guryan)

Sebagai makhluk yang hidup di air, kita pasti mengira bahwa semua jenis ikan bisa hidup di perairan mana pun. Namun, faktanya ikan akuarium air tawar bisa mengalami syok dan mati begitu dilemparkan ke laut, hal ini karena air asin dan air tawar berbeda. Keduanya tidak seserupa seperti yang terlihat dan perbedaan utamanya adalah konsentrasi garam.

Ikan air asin dan ikan air tawar memiliki struktur dan gaya hidup yang berbeda. Secara umum, tubuh ikan menjaga keseimbangan internal melalui membran sel semipermeabel, di mana air dapat masuk, tetapi garam tidak dapat dengan mudah masuk atau keluar. Hal ini menyebabkan masalah osmosis. Di air tawar, tubuh ikan memiliki lebih banyak garam daripada lingkungannya. Air terus menerus masuk ke dalam tubuhnya, sehingga ikan harus sering buang air kecil untuk menghindari pembengkakan.

Di air asin, justru kebalikannya terjadi. Air di sekitarnya memiliki lebih banyak garam daripada tubuh ikan, sehingga menarik air keluar dari tubuh ikan. Ikan laut harus minum air laut dan mengeluarkan kelebihan garam untuk menghindari dehidrasi. Jadi, ketika ikan air tawar dijatuhkan ke laut, ia akan cepat kehilangan air, organ-organnya gagal berfungsi, dan mati. Proses yang sama terjadi pada ikan air asin ketika berada di air tawar, karena ia akan menyerap terlalu banyak air dan sel-selnya dapat pecah.

3. Adakah ikan yang bisa hidup di air tawar dan air asin?

ilustrasi ikan salmon (unsplash.com/NOAA)
ilustrasi ikan salmon (unsplash.com/NOAA)

Tidak semua ikan air tawar berujung pada kematian jika masuk ke air laut, begitupun sebaliknya. Luar biasanya, ada beberapa ikan yang tetap aktif berenang meskipun hidup di air tawar dan air laut. Terdapat dua jenis utama, antara lain:

  • Ikan anadromus: Lahir di air tawar, menghabiskan sebagian besar hidupnya di laut, dan kemudian kembali ke air tawar untuk bertelur.
  • Ikan katadromus: Hidup di air tawar hampir sepanjang hidupnya, dan kembali ke laut untuk bertelur.

Berikut adalah jenus-jenis ikan yang mampu hidup di air tawar dan air asin, meliputi:

  • Ikan salmon

Beberapa salon melakukan perjalanan ribuan mil antara air tawar dan air asin selama hidupnya. Salmon chum diperkirakan menyelesaikan migrasi total lebih dari 10.000 km (6.200 mil) melintasi Pasifik Utara dari tempat makan ke sungai Yukon atau aliran sungai di Jepang.

Melalui perubahan hormonal, salmon melakukan perubahan perilaku dan fisiologis pada cara mereka mengatur keseimbangan osmotik. Di air tawar, mereka tidak akan minum air, sedangkan di air asin mereka akan minum banyak. Hormon mengubah fisiologi ikan, meningkatkan jumlah pengangkut ion di insang dan ginjal untuk memproses keseimbangan garam.

  • Belut

Belut beradaptasi dua kali, mengubah seluruh tubuhnya untuk menukar air asin dengan air tawar dan sebaliknya. Dalam perjalanan kembali, belut perak tidak makan. Seperti halnya salmon, mereka bergantung pada cadangan lemak untuk perjalanan mereka, dan tubuh mereka perlahan-lahan hancur, dan begitu mereka sampai di tempat tujuan, mereka bereproduksi lalu mati.

  • Hiu banteng

Hiu banteng mengubah kadar garam dalam tubuhnya. Di lautan, darah hiu banteng setidaknya sama asinnya dengan air tempat mereka berada karena kadar urea dan trimetilamina oksida. Tetapi ketika berada di air tawar, mereka lebih banyak mengeluarkan urea, menurunkan konsentrasi garam dalam darah untuk meminimalkan gradien.

Namun, mereka masih lebih asin daripada air tawar, sehingga hiu banteng mampu menyerap air dan kehilangan garam melalui insang mereka. Mereka mengubah proses pengolahan garam dan air untuk menyesuaikan dengan lingkungannya. Perlu diketahui, bahwa semua hiu memiliki kelenjar rektal yang digunakan untuk mengeluarkan kelebihan garam ketika berada di lautan. Ketika berada di air tawarm hiu banteng mengurangi aktivitas kelenjar rektal untuk mempertahankan garam-garam ini. Ginjal hiu banteng di air tawar bekerja ekstra, menghasilkan sejumlah besar urin encer untuk menghindari skenario balon pecah. Jadi, baik ginjal atau insang dipicu untuk secara aktif menyerap garam, sementara hati mengubah produksi urea.

Jadi, ketika ikan air tawar dipindahkan ke laut, tubuhnya akan dengan cepat kehilangan air hingga menyebabkan kegagalan organ dan kematian. Sebaliknya, ikan air asin yang dimasukkan ke air tawar akan menyerap terlalu banyak air sehingga sel-sel tubuhnya berisiko pecah dan mati. Beberapa jenis ikan mampu beradaptasi hidup di air tawar dan air asin, seperti ikan salmon, belut, dan hiu banteng.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi

Related Articles

See More