Annapurna Base Camp yang terletak di Cagar Alam Annapurna di Nepal. (commons.wikimedia.org/Samdesherpa)
Meskipun mendaki hingga ke puncaknya sangat berbahaya, kawasan di kaki Gunung Annapurna justru menjadi salah satu surga trekking paling populer di dunia. Much Better Adventures mengatakan, di sini para petualang bisa menikmati pemandangan super indah yang memadukan gunung-gunung batu runcing dan lembah yang sangat dalam. Dua jalur paling terkenal yang selalu menjadi incaran turis adalah rute Annapurna Circuit dan Annapurna Base Camp.
Jalur Annapurna Circuit sendiri membutuhkan waktu perjalanan yang cukup panjang, yaitu sekitar 12–22 hari tergantung rute yang dipilih. Jaraknya yang membentang antara 160–230 kilometer membuat fisik dan mental para pendaki benar-benar diuji sepanjang perjalanan. Namun, rasa lelah itu akan terbayar lunas karena jalurnya dipenuhi oleh kedai teh hangat, kuil-kuil Tibet yang tenang, hingga hutan subtropis yang asri.
Sementara itu, rute alternatif menuju Annapurna Base Camp akan membawa pendaki naik hingga ke ketinggian 4.130 meter di atas permukaan laut. Di tempat yang dikenal sebagai Annapurna Sanctuary ini, para pendaki bisa merasakan sensasi menginap langsung di tengah kepungan dinding gunung es. Tingkat kesulitan seluruh petualangan di Annapurna ini akan sangat bergantung pada kesiapan fisik, mental, dan pengalaman mendaki yang dimiliki.
Gunung Annapurna adalah perpaduan sempurna antara keindahan alam yang memukau dan tantangan alam yang ekstrem. Di balik reputasinya yang mematikan bagi para pendaki profesional, kaki gunung ini tetap menjadi surga petualangan yang ramah dan selalu dirindukan oleh para pencinta alam dunia.