5 Fakta Unik dan Menarik Ikan Siput, Tubuhnya Mirip Kecebong

- Ikan siput termasuk famili Liparidae dengan lebih dari 440 spesies dan 32 genus, beberapa di antaranya belum dideskripsikan secara resmi oleh para ilmuwan.
- Hewan ini mampu hidup di laut dalam hingga kedalaman lebih dari 8.000 meter, termasuk di Palung Mariana dan Palung Izu-Ogasawara.
- Bentuk tubuhnya mirip kecebong, licin tanpa sisik, bermata hampir tidak berguna, serta memiliki pola makan beragam tergantung ukuran tubuhnya.
Ikan dan siput merupakan dua jenis hewan yang sangat berbeda. Menariknya, ada satu jenis hewan yang bisa menyatukan keduanya, yaitu ikan siput (famili Liparidae). Seperti namanya, ikan siput merupakan jenis ikan yang nampak seperti perpaduan antara ikan dan siput. Badannya licin, halus, bahkan ikan tersebut terlihat tak memiliki sisik.
Ikan siput juga sulit dijumpai karena ia hidup di perairan dalam hingga ribuan meter. Beberapa organ tubuh ikan siput juga sangat unik, bahkan ia memiliki mata yang hampir tidak berguna, lho. Di sisi lain, ternyata ikan siput dibagi menjadi ratusan spesies. Mau tahu lebih banyak tentang ikan tersebut? Yuk, simak berbagai fakta unik dan menarik ikan siput di bawah ini.
1. Ikan siput dibagi menjadi ratusan spesies

Laman Fishbase menjelaskan bahwa ikan siput dibagi menjadi 442 spesies dan 32 genus. Menariknya, studi pada 2016 juga menambahkan bahwa ada banyak spesies ikan siput yang hingga kini belum dideskripsikan secara resmi. Jadi, di masa depan jumlah spesies dan genus tersebut sangat mungkin untuk bertambah. Rhodichthys regina, Temnocora candida, dan Paraliparis bathybius adalah beberapa spesies ikan siput. Di sisi lain, Liparis, Acantholiparis, dan Rhodichthys merupakan beberapa genus ikan siput yang sudah dideskripsikan.
2. Ikan siput bisa bertahan hidup di Palung Mariana

Ikan siput secara umum memiliki penyebaran yang terbilang luas. Ia bisa ditemukan di Samudra Pasifik hingga Atlantik. Terkadang ikan siput bisa dijumpai di area pesisir seperti area karang dan tide pool atau kolam kecil yang muncul saat air surut. Tak hanya itu, bahkan hewan ini bisa hidup di laut dalam, lho.
Artikel di jurnal Zootaxa menjelaskan bahwa pada 2017 para ahli berhasil menemukan ikan siput di kedalaman sekitar 6,898–7,966 meter, tepatnya di Palung Mariana yang merupakan titik terdalam di laut. Ada juga spesies yang hidup Palung Mariana dengan kedalaman 8,100 meter. Para ahli juga berhasil mendokumentasikan ikan siput di kedalaman 8,336 meter di Palung Izu-Ogasawara (sisi utara Palung Mariana).
3. Bentuk tubuh ikan siput mirip dengan kecebong

Ikan siput memiliki bentuk tubuh yang mirip kecebong dengan kepala besar membulat, sirip yang menyatu, bagian belakang tipis, dan badan yang licin. Ukurannya juga beragam dengan panjang sekitar 5-77 centimeter tergantung spesiesnya. Ikan ini juga jarang ditangkap, bahkan ia sama sekali tidak memiliki nilai jual ekonomi, khususnya di industri makanan.
Artikel di jurnal Royal Society Open Science juga menjelaskan bahwa ikan siput tidak memiliki sisik. Sebaliknya, tubuhnya diselimuti lendir yang kaya akan air dan rendah protein. Lendir itulah yang membuat tubuhnya licin sekaligus meningkatkan pertumbuhannya meski ikan ini punya metabolisme yang lambat. Menariknya, beberapa spesies seperti Acantholiparis opercularis punya duri di tubuhnya.
4. Ikan siput punya mata yang hampir tidak berguna

Sama seperti ikan lain, ikan siput sejatinya masih memiliki mata. Namun, laman iNaturalist menerangkan bahwa mata tersebut secara teori sudah tidak berguna. Hal tersebut secara khusus terjadi pada spesies yang hidup di laut dalam. Di laut dalam sendiri tak ada sinar matahari atau cahaya lain. Karena itu, ikan siput tak akan bisa melihat menggunakan matanya.
Untuk hidup di laut dalam ikan siput mengembangkan adaptasi lain. Salah satunya adalah tulang rawan yang mampu menahan tekanan sangat besar. Ikan siput laut dalam juga kehilangan ciri visual, salah satunya warna yang mencolok. Selain itu, ikan siput laut dalam juga cenderung penyendiri dan bukan termasuk hewan yang aktif.
5. Makanan ikan siput dibagi menjadi enam kategori

Penelitian pada 1981-1987 mengungkap fakta bahwa makanan ikan siput dibagi menjadi enam kategori, yaitu Gammaridea, krill, Natantia, krustasea, ikan, dan hewan lain. Ukuran juga menentukan pilihan makanan dari ikan siput. Biasanya, spesies dengan panjang di bawah 5 centimeter lebih suka memakan Gammaridea. Sementara itu, spesies dengan panjang di atas 10 centimeter sangat suka memangsa decapoda Natantia. Sangat berbeda, spesies berukuran besar (di atas 15 centimeter) biasanya merupakan piscivor yang persentase makannya bisa mencakup 97,7 persen ikan.
Semua fakta unik dan menarik ikan siput tersebut membuat pengetahuanmu tentang ikan jadi makin luas. Kamu jadi tahu bahwa jenis ikan tak melulu soal ikan konsumsi dan ikan hias seperti tuna, ikan mas, lele, arwana, atau ikan cupang. Di berbagai belahan bumi masih ada banyak ikan unik, aneh, dan tidak biasa yang mungkin tak kamu ketahui eksistensinya.








![[QUIZ] Dari Jenis Bintang Favoritmu, Ini Caramu Menginspirasi Orang Lain](https://image.idntimes.com/post/20250519/nathan-anderson-ohx4v80mjm8-unsplash-4c4e0935346233c8fec14261a45ff371-31f818ca2da34f048691f75a0da0672a.jpg)









![[QUIZ] Kamu Anak Gunung atau Anak Pantai? Cari Tahu dari Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20250226/quiz-kamu-anak-gunung-atau-anak-pantai-cek-berdasar-karaktermu-2-f3e3c491e4e213b376987f9e254be8a2.jpg)

