Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Menarik Salema Porgy, Sering Dikonsumsi tapi Beracun

5 Fakta Menarik Salema Porgy, Sering Dikonsumsi tapi Beracun
salema porgy (commons.wikimedia.org/Diego Delso)
Intinya Sih
  • Salema porgy adalah ikan kecil bercorak garis kuning yang hidup di perairan dangkal Eropa dan Afrika, dengan panjang rata-rata sekitar 30 sentimeter.
  • Ikan ini bersifat vegetarian, memakan rumput laut seperti Posidonia oceanica serta alga dan epiphyte yang menempel di tanaman laut.
  • Meski populer sebagai ikan konsumsi, salema porgy mengandung racun ichthyoallyeinotoxic yang dapat menyebabkan halusinasi hingga 36 jam setelah dikonsumsi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Lautan selalu memberikan cerita yang unik sehingga sangat menarik untuk diulik. Nah, salah satu keunikannya datang dari banyaknya spesies ikan yang hidup di laut. Salema porgy (Sarpa salpa) jadi salah satunya. Ia merupakan ikan kecil yang punya garis kuning di badan dan memiliki penyebaran yang cukup luas.

Seperti ikan laut lain, salema porgy merupakan ikan konsumsi yang cukup populer. Sayangnya, kamu harus berhati-hati ketika mengonsumsinya karena salema porgy memiliki racun di dalam tubuh. Ia juga vegetarian dan hanya memakan material tanaman. Penasaran dengan seluk beluk dan berbagai fakta menarik salema porgy? Simak di bawah ini, yuk.

1. Panjang maksimal salema porgy hanya sekitar 50 centimeter

salema porgy
salema porgy (commons.wikimedia.org/Diego Delso)

Laman Atlantis Diving Center menerangkan bahwa panjang maksimal salema porgy bisa mencapai 50 centimeter dan bobotnya ada di angka 3 kilogram. Namun, panjang rata-ratanya hanya 30 centimeter dengan bobot sekitar 1 kilogram. Salema porgy memiliki bentuk tubuh seperti ikan porgy lain, yaitu datar di samping dan mengecil ke belakang. Warna dasar tubuhnya silver atau abu-abu. Kemudian, garis kuning dan biru yang menyamping membentang dari kepala hingga ekor.

2. Bisa ditemukan di perairan Eropa dan Afrika

salema porgy
salema porgy (commons.wikimedia.org/Diego Delso)

Dilansir GBIF, penyebaran salema porgy mencakup Samudra Atlantik dan Hindia. Ia bisa ditemukan di wilayah utara seperti Afrika Utara, Eropa, dan Laut Mediterania. Selain itu, salema porgy juga menghuni area selatan seperti perairan Afrika Selatan. Salema porgy merupakan ikan perairan dangkal yang umum ditemukan di area pesisir atau laut lepas dengan kedalaman hingga 70 meter. Ia juga sering berkelompok dan kerap ditemukan berenang bebas di area karang.

3. Salema porgy merupakan vegetarian

salema porgy
salema porgy (commons.wikimedia.org/Diego Delso)

Penelitian di Libya mengungkap fakta bahwa salema porgy adalah vegetarian atau pemakan tanaman. Ia memiliki dua makanan utama, yaitu rumput laut dan alga. Salah satu rumput laut favoritnya adalah rumput laut dengan nama ilmiah Posidonia oceanica. Selain rumput laut itu sendiri, salema porgy juga sangat suka memakan Epiphyte, yaitu tanaman (atau organisme mirip tanaman) yang menempel di rumput laut. Di laut sendiri salah satu Epiphyte yang populasinya cukup melimpah adalah kelp. Sementara itu, individu muda kerap memangsa plankton.

4. Salema porgy punya racun bernama ichthyoallyeinotoxic

salema porgy
salema porgy (commons.wikimedia.org/Diego Delso)

Salema porgy sebenarnya merupakan ikan konsumsi yang cukup populer, khususunya di wilayah Eropa. Meski begitu, salema porgy ternyata merupakan ikan beracun, lho. Artikel di jurnal Clinical Toxicology yang diterbtikan pada 2006 mengungkap fakta mencengangkan di mana ikan tersebut punya racun bernama ichthyoallyeinotoxic. Racun tersebut bisa menyebabkan efek halusinogen seperti halusinasi yang akan muncul 36 jam setelah korban mengonsumsi salema porgy. Karena itu, beberapa negara seperti Prancis dan Tunisia mulai melarang konsumsinya demi keselamatan.

5. Saleme porgy dideskrispikan pada 1758 oleh Carl Linnaeus

salema porgy
salema porgy (commons.wikimedia.org/brian.gratwicke)

Dikutip iNaturalist, salema porgy dideskripsikan pada 1758 oleh Carl Linnaeus di buku Systema Naturae edisi kesepuluh. Kala itu, salema porgy diberi nama ilmiah Sparus salpa. Setelah penelitian lebih lanjut akhirnya namanya diubah menjadi Sarpa salpa seperti yang kita kenal sekarang. Nama genusnya sendiri, yaitu Sarpa diambil dari bahasa Genoa yang merujuk ke nama lokal ikan tersebut. Sementara itu, nama spesiesnya (salpa) diambil dari bahasa Yunani modern, yaitu salpe atau salpes yang asal-usulnya dapat ditelusuri setidaknya hingga masa Aristoteles.

Dari fakta menarik salema porgy kamu jadi tahu bahwa ikan tersebut bukanlah hewan biasa. Di balik ukurannya yang tak terlalu besar salema porgy adalah hewan dengan asal usul, kehidupan, dan kandungan zat yang unik di dalam tubuhnya. Hal tersebut semakin menekankan kalau kamu tak boleh menilai hewan hanya dari luarnya saja. Sebaliknya, kamu harus mencari tahu berbagai hal tentang hewan secara mendalam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More